Sinopsis Jodha Akbar Episode 1.
Jodha akbar adalah sebuah kisah
cinta abad ke 16 antara raja Mughal Jalaluddin Muhammad dan Rajkumari
Jodha Bai, putri dari raja Bharmal, raja dari kerajaan Amer. Jalaludin
Muhammad yang kemudian mendapat gelar Akbar karena kebesarannya, adalah
putra dari raja Humayun. Jalal menduduki tahta kerajaan mughal
mengantikan ayahnya, raja Humayun yang meninggal saat Jalal masih
bocah. Di bawah asuhan Bairam Khan yang menjadi walinya, Jalal menjelma
menjadi raja yang kuat dan tangkas, bahkan cenderung bengis. Bagi Jalal,
Bairam khan bukan hanya wali, tetapi juga guru dan pengganti ayahnya.
Jalal sangat menghormati Bairam, apa kata bairam, itu juga kata jalal.
Jika Jalal adalah Raja, maka Bairam adalah Perdana Menteri sekaligus
Jendral. Bahkan Bhairam khan menanadai peta dengan darahnya sendiri dan
berjanji akan menaklukan seluruh India demi Jalal.
Kekuatan Jalal di sengani kawan dan di takuti musuh. Pasukannya terkenal
bengis di medan perang. Dan setiap orang yang mendengar nama jalal sang
raja mughal menjadi takut dan keder. Bahkan banyak kerajaan yang
bersatu untuk memerangi Jalal, tetapi selalu kalah dalam peperangan.
Salah satu kerajaan yang mencari sekutu untuk menjegal dominasi Jalal
adalah para raja-raja Rajput. Yang di pimpin oleh Raja Bharmal dari
Amer. Amer adalah negeri yang bebas dan damai terkenal dengan keindahan
dan keramahan penduduknya. Namun yang paling membuatnya termashur dari
antara kerajaan-kerajaan lain di tanah Rajput adalah karena Amer
mempunyai seorang putri yang sangat cantik jelita, Rajkumari Jodha Bai.
Sinopsis Jodha Akbar episode 1. Rajkumari Jodha Bai adalah seorang
putri rajput sejati. Dari wajah, suara dan kepribadian tidak ada yang
mengalahkan Jodha. Kebaikan adalah tujuan hidupnya. Patriotisme adalah
semangatnya. Jodha seringkali melangar batasannya sendiri demi
menjalankan darmanya. Seperti hari itu, ketika seekor burung merpati
putih lepas saat secara tidak sengaja, jodha membuka pintu. Jodha dengan
bergegas mengejar burung merpati itu. Berlarian di teras-teras istana
dan menciptakan hiruk-pikuk. Semua para wanita mengejar Jodha tanpa tahu
kenapa Jodha berlari. Bukan itu saja, bahkan raja amer dan permaisuri
serta para pangeran turut mengejar Jodha. Semua memanggil jodha dengan
cemas dan memintanya berhenti. Tetapi jodha tetap berlari menuju pintu
gerbang istana. Bahkan pengawal yang menyilangkan tombak untuk
menghalangi jalannya, di terjangnya begitu saja. Kejar-kejaran itu baru
berhenti ketika Jodha berhasil menangkap merpati putihnya di luar pintu
gerbang. Semua orang yang mengejarnya berhenti dan bernafas lega. Sang
raja dan ratu Amer, memarahinya. Tapi Jodha dengan wajah cantiknya dan
kecerdasan kata-katanya berhasil membuat mereka semua memaafkan
kelakuannya.
Bukan hanya itu saja, putri Rajput yang satu ini sangat usil dan sering
menganggu adik-adiknya, Sukanya dan Shivani. Tak jarang dia mengambil
barang yang di sukai Sukanya hingga membuatnya marah. Jodha mempunyai
seorang kakak sepupu yang bernama Sujamal yang sangat di pujanya.
Sujamal sangat menyayangi Jodha, dan selalu memperhatikan kebutuhannya.
Tidak ada yang tidak bisa di berikan Sujamal untuk JOdha. JOdha yang
polos, penuh kasih sayang belum mengenal kekejaman dunia luar.
Suatu hari ketika Jodha dan para wanita pengiringnya sedang melakukan
sembahyang di kuil dewi parwati, sepasukan tentara mughal yang sedang
patroli menyerbu kuil. Pertumpahan darah pun terjadi. Pasukan Amer
pengawal Jodha di bantai habis-habisan. Setelah itu mereka masuk kedalam
kuil dan menjarah harta persebahan untuk dewi Parwati. Para pengawal
mencoba menyelamatkan Jodha dan para wanita, tapi melihat para tentara
mughal tersebut memporak-porandakan kuil parwati, Monti bai, pelayan
Jodha keluar untuk mencegah, tetapi malah dia ikut di culik tentara
mughal dan di bawah lari. Untung ada salah satu pangeran yang bersedia
meninggalkan Jodha untuk menyelamatkan Monti bai.
Jodha yang marah bertanya, siapa orang yang telah berani menyerbu kuil.
Salah satu pengawalnya menjawab bahwa itu adalah pasukan Mughal, tentara
Jalaluddin Mohammad, Raja Mughal. Mendengar itu, timbul kemarahan dan
kebencian di hati Jodha pada Jalal. Saat itu juga, Jodha menjadikan
Jalal sebagai musunya.