“MALAM SETELAH TA’ARUF”
Malam setelah proses taaruf yang dibatalkan tersebut, Putri
menemui abangnya dan membesarkan hati abangnya. Bang Vincent tampak belum bisa
menerima jika ia mempunyai istri cacat.
Putri pun berkata kepada abangnya, jika cacat fisik jauh lebih
baik dibandingkan dengan cacat hati. Tapi alasan Bang Vincent bukan itu, ia
bisa menerima mempunyai istri yang cacat fisik, tapi nanti bagaimana dengan
anak-anaknya. Apakah anak-anaknya mau mempunyai ibu yang cacat fisik?
Keesokan harinya di sekolah, Bianca bertemu dengan Icha.
Terjadilah keributan disana, hal itu bermula dari Putri yang menanyakan
bagaimana sushi buatan kakaknya itu. Bianca langsung menjawab bahwa Sushi
buatan kakaknya itu tidak enak rasanya, sudah basi dan dibuang, padahal
sebenarnya Bianca memakan sushi tersebut. Icha yang tersinggung mendengar
perkataan Bianca tentu saja marah, tapi Bianca balik marah dengan Icha karena
sudah mengambil pacar orang. Untuknya ada Elissa, salah satu teman Bianca yang
membela Putri. Bahkan Elis melerai keributan antara Icha dan Bianca.
Pada saat istirahat siang, Putri mengajak Icha, Ana dan Linda
latihan rebana, mereka akan mengikuti perlombaan, namun kemudian datanglah
Izam, dan mengatakan bahwa dana untuk mengadakan perlombaan itu tidak ada dan
dialihkan untuk final lomba basket. Cerita punya cerita nih, kayaknya Icha
naksir dengan Izam.
Siangnya, di jalanan, calonnya bang Vincent yang pernah diajak
taaruf waktu itu sedang menunggu angkot di pinggir jalan. Bang Vincent
melihatnya dari dalam mobil. Bang Vincent kemudian turun dari mobil dan
menawarkan tumpangan kepada wanita ini, tetapi wanita ini dengan halus menolak
tumpangan tersebut karena ia tidak mau berduaan saja dengan laki-laki dan orang
yang bukan muhrimnya.
“BANG IID DAN BIANCA? HAHH?“
Putri memutar otaknya untuk mencari dana agar lomba rebana yang
akan mereka laksanakan itu dapat terlaksana.
Pada saat itulah ia teringat pada salah satu abangnya yang pintar
masak, bang Iid. Walaupun agak susah diajak, tapi setelah Putri membujuk
abangnya ini berkali-kali akhirnya abangnya mau juga untuk membantu Putri.
Tapi… Bang Iid baru selesai masak kue, buat siapa tuh?? Trus katanya mau
ngedate sama siapa??
Ternyata yang diajak ngedate dan mendapatkan hadiah kue enak
buatan Bang Iid itu tidak lain dan tidak bukan adalah Bianca! What!! Tentu saja
Putri terkejut setengah mati. Ia tidak dapat mencegah Bang Iid karena udah
keburu pergi. Akhirnya Putri menceritakan hal ini kepada teman-temannya, dan
komentar teman-temannya udah jelas, harus dihentikan!!
Di sekolah, Putri dan Izam mengadakan rapat, mereka sudah sepakat
untuk mencari dana sendiri, tapi untuk itu mereka butuh modal. Modal akhirnya
berhasil mereka dapatkan dari sumbangan teman-teman sendiri. Kemudian mereka
pergi ke tempat pertokoan untuk membeli T-Shirt, T-Shirt itu kemudian nantinya
akan disablon dan dijual pada saat acara final basket di sekolah. Tapi di dalam
perjalanan pulang, ada yang aneh tuh sama si Izam, tuh lihat saja, matanya
kemana.. Putri langsung menunduk tapi si Icha.. kayaknya berhasil menangkap
sinyal aneh si Izam
“ICHA YANG SUKA GALAU”
Hampir setiap hari Bang Vincent melihat wanita itu menunggu angkot
di pinggir jalan, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena wanita ini pasti
tidak mau ikut naik ke dalam mobilnya.Tapi suatu ketika, ada seorang nenek
lemah yang meminta tolong diseberangkan jalan, wanita ini kemudian membantu
nenek ini menyeberang jalan. Nenek ini pun kemudian berkeluh kesah jika ia
tidak mempunyai uang lagi untuk pulang, wanita ini pun langsung memberikan uang
kepada nenek ini.
Bang Vincent yang melihat situasi ini tentunya tidak diam saja,
dia turun dari mobil dan mengajak wanita itu untuk mengantar nenek ini sampai
ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, wanita ini lantas tidak mau ikut bareng
Bang Vincent, tapi Bang Vincent mengatakan bahwa jika takut maka dia bisa duduk
di belakang saja.
Di dalam mobil Bang Vincent mengatakan bahwa tidak perlu takut
karena dirinya tidak akan berani menyakiti wanita, tapi wanita ini mengatakan
ia memang takut tapi bukan takut dengan Bang Vincent tapi takut dengan Allah karena
sudah berdua di dalam mobil bersama pria yang bukan muhrim.
Setelah tiba ditempat tujuan, wanita ini kemudian turun dan
menunjukkan kepada Bang Vincent pekerjaannya. Dia adalah seorang pengajar di
sekolah dengan anak murid yang rata-rata tidak mampu.
Keesokan harinya adalah hari sibuk bagi Putri dan teman-temannya.
Tim Putri sibuk menyiapkan kue, sedangkan tim Izam sibuk menyiapkan T-Shirt.
Mereka harus bisa mengerjakannya secepat mungkin karena keesokan harinya akan
ada pertandingan final basket antar sekolah.
Keesokan harinya, Izam, Putri, Icha, Ana, Linda dan teman-teman
lainnya sudah siap tempur, ehhh ternyata ada satu orang penyusup, yaitu Abang
Iid. Tanpa sepengetahuan Putri, Bang Iid ikut datang pada pertandingan basket
itu untuk melihat penampilannya si Bianca. Nah.. Si Icha mulai galau melihat
tingkah laku si Izam, soalnya sudah kelihatan banget dari gelagatnya kalo si
Izam ini nih suka sama Putri. Icha yang kesel akhirnya malah gak jualan kue dan
malah ikutan nonton main basket.
Pada saat mencari Icha inilah Putri bertemu dengan Bang Iid. Putri
kecewa banget dan marah dengan Bang Iid. Putri juga melihat Icha yang malah
sibuk nonton bukan jualan. Putri mengajak Icha jualan lagi, tapi kue-kue itu
berhamburan di lantai karena Icha terjatuh.
Putri menangis sedih, tapi abangnya membesarkan hatinya sekaligus
meminta maaf dan meyakinkan Putri bahwa dia tidak akan lagi mendekati si
Bianca. Pada saat mereka tampaknya bakal rugi, ternyata ada dua orang yang
memborong kue dan T-Shirt mereka dan mereka untung besar hari itu.
Malam harinya di rumah Icha, terjadi keributan besar antara Mama
Icha dan Papanya. Papa Icha ingin agar mamanya mengurangi kegiatan kantorannya
karena Papanya lah yang mencari nafkah, namun Mama Icha juga tidak mau kalah,
karena gaji Papa tidak seberapa dibandinkan gaji mama. Akhirnya mereka berdua
justru meminta Icha memilih apakah mau mama bekerja atau dirumah? Icha menjawab
terserah, karena saat ini Icha justru mempunyai masalah sendiri, yaitu dengan
Putri dan Izam.
Putri dan Icha adalah sahabat yang paling sering bertengkar, hari
ini mereka bertengkar lagi. Icha langsung berkata blak-blakan bahwa dirinya
menyukai Izam tapi Izam tidak mau pacaran katanya, it’s ok, tapi kelihatan
banget dari gelagatnya, Izam itu suka dengan Putri, dan Putri pasti juga suka.
“Jangan munafik deh Put.” Begitu kata Icha.
Sementara itu di kantin sekolah, Bianca membuat sebuah pengumuman
penting yang menyatakan bahwa mulai saat ini dan detik ini, Eliss bukan lagi
bagian dari cheerleader sekolah. Good bye Eliss.