Kamis, 30 Oktober 2014


Anna Karina Gilbert, Pemeran Aisyah Putri Jilbab In Love

foto anna karina gilbert (9)
Anna Karina Gilbert ini adalah salah seorang pemain dalam sinetron Aisyah Putri, Jilbab In Love the Series.Berbagai macam kata digunakan untuk mencari Profil Biodata Anna Karina Gilbert mulai dari Foto Terbaru Aisyah Putri, Foto Anna Karina Gilbert, Twitter Anna Karina Gilbert, Instagram Anna Karina Gilbert, Tanggal Lahir Aisyah Putri, Agama Anna Karina Gilbert, zodiak aisyah putri jilbab in love, siapa aisah putri, siapa pemeran aisyah putri jilbab in love dan bahkan ada yang ingin tahu hobi dan makan favorit Anna Karina Gilbert.
Nama aslinya sebenarnya bukanlah Anna Karina Gilbert tapi Griffiths Anne, tapi karena tampak kebarat-baratan akhirnya namanya dirubah menjadi Anna Karina Gilbert, tapi jangan salah loh, ia memang bule kok, darah bule ini diturunkan dari Ayahnya yang memang asli orang Amerika..
 Mulanya aku dapat peran antagonis,” ungkap Anna. Ia pertama kali dikenal publik dengan nama Griffiths Anna. Saat pertama kali bermain pada sinetron kolosal yang berjudul Tutur Tinular Versi 2011 memerankan tokoh “Nari Ratih”.
Anna Karina Gilbert tampil baru dengan jilbab dan busana muslim. Lama tak terlihat main sinetron, kini Anna Karina Gilbert bermain dalam sinetron Aisyah Putri Jilbab in Love RCTI.  Berikut ini sekilas Biodata dan Foto Terbaru dari artis cantik Anna Karina Gilbert .
  • Nama Lengkap : Anna Karina Gilbert
  • Nama Lain : Anna Karina, Griffiths Anne
  • Agama : Islam
  • Tanggal lahir : 20 Desember 1994
  • Darah : Blasteran,  Indo Amerika
  • Pekerjaan : Artis
  • Tahun Akif : 2011-sekarang
  • Twitter : @Griffths_Anna
  • Facebook : https://www.facebook.com/anna.k.gilbert.7
  • Zodiac : Capricorn
Sinetron dan FTV yang pernah dibintangi Anna Karina Gilbert :
  • Sinetron ‘Tutur Tinular Versi 2011′ di Indosiar
  • Sinetron ‘Aisyah Putri The Series : Jilbab In Love’ di RCTI
  • FTV ‘Ramadhan Cinta Mama’
  • FTV ‘Cahaya Cinta di Bulan Ramadhan’
  • FTV ‘Tentang Anak Kita’ dan lain-lain

Selasa, 28 Oktober 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 3


“MALAM SETELAH TA’ARUF”

Malam setelah proses taaruf yang dibatalkan tersebut, Putri menemui abangnya dan membesarkan hati abangnya. Bang Vincent tampak belum bisa menerima jika ia mempunyai istri cacat.
Putri pun berkata kepada abangnya, jika cacat fisik jauh lebih baik dibandingkan dengan cacat hati. Tapi alasan Bang Vincent bukan itu, ia bisa menerima mempunyai istri yang cacat fisik, tapi nanti bagaimana dengan anak-anaknya. Apakah anak-anaknya mau mempunyai ibu yang cacat fisik?
Keesokan harinya di sekolah, Bianca bertemu dengan Icha. Terjadilah keributan disana, hal itu bermula dari Putri yang menanyakan bagaimana sushi buatan kakaknya itu. Bianca langsung menjawab bahwa Sushi buatan kakaknya itu tidak enak rasanya, sudah basi dan dibuang, padahal sebenarnya Bianca memakan sushi tersebut. Icha yang tersinggung mendengar perkataan Bianca tentu saja marah, tapi Bianca balik marah dengan Icha karena sudah mengambil pacar orang. Untuknya ada Elissa, salah satu teman Bianca yang membela Putri. Bahkan Elis melerai keributan antara Icha dan Bianca.
Pada saat istirahat siang, Putri mengajak Icha, Ana dan Linda latihan rebana, mereka akan mengikuti perlombaan, namun kemudian datanglah Izam, dan mengatakan bahwa dana untuk mengadakan perlombaan itu tidak ada dan dialihkan untuk final lomba basket. Cerita punya cerita nih, kayaknya Icha naksir dengan Izam.
Siangnya, di jalanan, calonnya bang Vincent yang pernah diajak taaruf waktu itu sedang menunggu angkot di pinggir jalan. Bang Vincent melihatnya dari dalam mobil. Bang Vincent kemudian turun dari mobil dan menawarkan tumpangan kepada wanita ini, tetapi wanita ini dengan halus menolak tumpangan tersebut karena ia tidak mau berduaan saja dengan laki-laki dan orang yang bukan muhrimnya.

“BANG IID DAN BIANCA? HAHH?“

Putri memutar otaknya untuk mencari dana agar lomba rebana yang akan mereka laksanakan itu dapat terlaksana.
Pada saat itulah ia teringat pada salah satu abangnya yang pintar masak, bang Iid. Walaupun agak susah diajak, tapi setelah Putri membujuk abangnya ini berkali-kali akhirnya abangnya mau juga untuk membantu Putri. Tapi… Bang Iid baru selesai masak kue, buat siapa tuh?? Trus katanya mau ngedate sama siapa??
Ternyata yang diajak ngedate dan mendapatkan hadiah kue enak buatan Bang Iid itu tidak lain dan tidak bukan adalah Bianca! What!! Tentu saja Putri terkejut setengah mati. Ia tidak dapat mencegah Bang Iid karena udah keburu pergi. Akhirnya Putri menceritakan hal ini kepada teman-temannya, dan komentar teman-temannya udah jelas, harus dihentikan!!
Di sekolah, Putri dan Izam mengadakan rapat, mereka sudah sepakat untuk mencari dana sendiri, tapi untuk itu mereka butuh modal. Modal akhirnya berhasil mereka dapatkan dari sumbangan teman-teman sendiri. Kemudian mereka pergi ke tempat pertokoan untuk membeli T-Shirt, T-Shirt itu kemudian nantinya akan disablon dan dijual pada saat acara final basket di sekolah. Tapi di dalam perjalanan pulang, ada yang aneh tuh sama si Izam, tuh lihat saja, matanya kemana.. Putri langsung menunduk tapi si Icha.. kayaknya berhasil menangkap sinyal aneh si Izam

“ICHA YANG SUKA GALAU”

Hampir setiap hari Bang Vincent melihat wanita itu menunggu angkot di pinggir jalan, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena wanita ini pasti tidak mau ikut naik ke dalam mobilnya.Tapi suatu ketika, ada seorang nenek lemah yang meminta tolong diseberangkan jalan, wanita ini kemudian membantu nenek ini menyeberang jalan. Nenek ini pun kemudian berkeluh kesah jika ia tidak mempunyai uang lagi untuk pulang, wanita ini pun langsung memberikan uang kepada nenek ini.
Bang Vincent yang melihat situasi ini tentunya tidak diam saja, dia turun dari mobil dan mengajak wanita itu untuk mengantar nenek ini sampai ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, wanita ini lantas tidak mau ikut bareng Bang Vincent, tapi Bang Vincent mengatakan bahwa jika takut maka dia bisa duduk di belakang saja.
Di dalam mobil Bang Vincent mengatakan bahwa tidak perlu takut karena dirinya tidak akan berani menyakiti wanita, tapi wanita ini mengatakan ia memang takut tapi bukan takut dengan Bang Vincent tapi takut dengan Allah karena sudah berdua di dalam mobil bersama pria yang bukan muhrim.
Setelah tiba ditempat tujuan, wanita ini kemudian turun dan menunjukkan kepada Bang Vincent pekerjaannya. Dia adalah seorang pengajar di sekolah dengan anak murid yang rata-rata tidak mampu.
Keesokan harinya adalah hari sibuk bagi Putri dan teman-temannya. Tim Putri sibuk menyiapkan kue, sedangkan tim Izam sibuk menyiapkan T-Shirt. Mereka harus bisa mengerjakannya secepat mungkin karena keesokan harinya akan ada pertandingan final basket antar sekolah.
Keesokan harinya, Izam, Putri, Icha, Ana, Linda dan teman-teman lainnya sudah siap tempur, ehhh ternyata ada satu orang penyusup, yaitu Abang Iid. Tanpa sepengetahuan Putri, Bang Iid ikut datang pada pertandingan basket itu untuk melihat penampilannya si Bianca. Nah.. Si Icha mulai galau melihat tingkah laku si Izam, soalnya sudah kelihatan banget dari gelagatnya kalo si Izam ini nih suka sama Putri. Icha yang kesel akhirnya malah gak jualan kue dan malah ikutan nonton main basket.
Pada saat mencari Icha inilah Putri bertemu dengan Bang Iid. Putri kecewa banget dan marah dengan Bang Iid. Putri juga melihat Icha yang malah sibuk nonton bukan jualan. Putri mengajak Icha jualan lagi, tapi kue-kue itu berhamburan di lantai karena Icha terjatuh.
Putri menangis sedih, tapi abangnya membesarkan hatinya sekaligus meminta maaf dan meyakinkan Putri bahwa dia tidak akan lagi mendekati si Bianca. Pada saat mereka tampaknya bakal rugi, ternyata ada dua orang yang memborong kue dan T-Shirt mereka dan mereka untung besar hari itu.
Malam harinya di rumah Icha, terjadi keributan besar antara Mama Icha dan Papanya. Papa Icha ingin agar mamanya mengurangi kegiatan kantorannya karena Papanya lah yang mencari nafkah, namun Mama Icha juga tidak mau kalah, karena gaji Papa tidak seberapa dibandinkan gaji mama. Akhirnya mereka berdua justru meminta Icha memilih apakah mau mama bekerja atau dirumah? Icha menjawab terserah, karena saat ini Icha justru mempunyai masalah sendiri, yaitu dengan Putri dan Izam.
Putri dan Icha adalah sahabat yang paling sering bertengkar, hari ini mereka bertengkar lagi. Icha langsung berkata blak-blakan bahwa dirinya menyukai Izam tapi Izam tidak mau pacaran katanya, it’s ok, tapi kelihatan banget dari gelagatnya, Izam itu suka dengan Putri, dan Putri pasti juga suka. “Jangan munafik deh Put.” Begitu kata Icha.
Sementara itu di kantin sekolah, Bianca membuat sebuah pengumuman penting yang menyatakan bahwa mulai saat ini dan detik ini, Eliss bukan lagi bagian dari cheerleader sekolah. Good bye Eliss.

JILBAB IN LOVE Episode. 2


"LAMARAN ABANG VINCENT"

 

Linda hari ini mengikuti ujian ulangan, ternyata hasilnya sukses! Dia mendapatkan nilai 8.

Linda pun mengenakan jilbab pertamanya dibantu oleh Putri dan Icha, sementara Ana, masih ragu-ragu untuk memakai jilbab hingga di suatu pusat perbelanjaan Ana melihat salah seorang olahragawati yang memakai Jilbab. Dari situ Ana mengerti bahwa menjadi seorang atlet tidak menghalangi seseorang itu untuk memakai jilbab.
Akhirnya mereka berempat pun memakai jilbab semuanya.  Di pusat perbelanjaan itu juga mereka bertemu dengan Rizky Aditya.. yahh namanya juga idola, baik itu Icha, Ana maupun Linda semuanya gak bisa lepas saat melihat Rizky Aditya, hanya Putri yang masih bisa menahan diri.
Nahh.. siang harinya abang Putri yang bernama Iid tanpa sengaja bertemu dengan Bianca dan teman-temannya saat akan mengambil kotak makan milik Putri. Langsung saja keluar jurus gombal Iid yang mengatakan bahwa makanan itu memang dibuat khusus Bianca, malah nawarin lagi Bianca sukanya apa biar besoknya dibuatin lagi, hadeehhh :O. Akhirnya tuker-tukeran nomer telpon deh
Beberapa hari kemudian, Putri dan abang-abangnya yang lain menemani Bang Vincent untuk melakukan taaruf dengan perempuan yang mereka pilih kemarin. Betapa terkejutnya Vincent dan Putri saat melihat ternyata perempuan yang diajak taaruf tersebut kakinya pincang sebelah. Vincent pun pulang dengan wajah lesu dan meminta kepada Mamanya untuk membatalkan rencana mereka. Putri mendatangi abangnya dan meminta maaf karena dirinya juga ikut memilihkan perempuan itu.

JILBAB IN LOVE Episode. 1


"ICHA MEMUTUSKAN MEMAKAI JILBAB"

Kakak Putri yang paling tua, Vincent sedang bingung karena ingin segera menikah. Ia bingung dengan siapa dia akan menikah lagi. Ibunya sudah berusaha untuk mengenalkan beberapa perempuan, namun Vincent bukanlah orang yang mudah untuk menentukan pilihan. Akhirnya dengan bantuan Putri dan Ibunya, Vincent sepakat dengan seorang perempuan yang tampak cantik namun sederhana, setidaknya itu yang terlihat dari fotonya.
Keesokan harinya di sekolah ada pengumuman hasil ulangan harian. Nilai Icha dan Ana termasuk bagus, nilai Putri apalagi, namun tidak untuk nilai Linda yang jeblok! Dia harus mengikuti ujian ulangan minggu depan karena jika Linda gagal, maka Linda harus tinggal kelas. Di jam istirahat, Icha kembali berhadapan dengan geng Bianca. Bianca memarahi Icha karena telah merebut pacarnya. Tapi Icha melawan dan tidak diam saja saat dimarahi oleh Bianca.
Melihat  tingkah laku Icha yang sudah mulai aneh-aneh sampai pacaran di sekolah, Putri tidak tinggal diam. Putri mengajak Icha ngobrol mengenai perubahan pada diri Icha, tapi Icha tidak suka dinasehati oleh Putri sehingga hubungan persahabatan merekapun renggang.
Tetapi siapa sangka sorenya Icha malah mendatangi rumah Putri. Di situ Icha curhat kepada Putri dan dua orang temannya. Icha berkata bahwa ia sangat sedih karena cowok yang dianggapnya pacarnya itu tak lebih hanya ingin memanfaatkan dirinya saja dan menganggap dirinya sebagai perempuan murahan. Icha pun memutuskan untuk merubah cara pandangnya dan menjaga harga dirinya, dengan memakai jilbab.

Minggu, 26 Oktober 2014

CINDAI


Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagaimana hendak berhias
Cerminku retak seribu

Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku

Hias cempaka kenangan tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang

Reff: 
Hendaklah hendak hendak ku rasa
Ahai sayang
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak ku daya
Ahai sayang
Tingginya tidak terlawan

            Janganlah jangan ku hiba
            Ahai sayang
            Derita hati jangan dikenang

            Bukanlah bukan bukan ku pinta
            Ahai sayang
            Merajuk bukan berpanjangan

Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Biduk ku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi

Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati

Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali

Sinopsis Jodha Akbar


Sinopsis Jodha Akbar episode 5

Pameran dan Pesta rakyat telah berlangsung di Amer dalam rangka merayakan perayaan Ganghaur (ganghaur puja). Ada banyak atraksi menarik dan kios-kios pedagang yang menjajakan barang-barang dagangan yang menarik minat para gadis-gadis muda. Sivani dan Sukanya berkeliling melihat-lihat dan mencari apa yang bisa di lihat dan di beli. Sukanya melihat raja Suryabhan singh, dia terpana. Sivani yang melihat kakaknya berdiri kaku seperti terkena hipnotis, mengamatinya dan melihat kearah mana mata Sukanya terpaku. sinopsisjodhaakbar.blogspot.com
jodha akbar 5Di istana, Menawati berkeliling menanyakan Jodha pada setiap orang yang di temuinya. JOdha sedang duduk bersama beberapa sakhis dan dadisa. Dia sedang menghias patung Shiva (gana) dan parwati (gauri), Menawati menghampiri puja dan bertanya apa yang di lakukannya, mena menyuruh Jodha bersiap-siap untuk perayaan, tapi Jodha bersih keras ingin menyelesaikan pekerjaan yang sedang di lakukannya. Menawati membujuk Jodha dan mengatakan kalau gauri ma sudah mendapatkan dulhanya, dan kini giliran Jodha untuk menemukan dulha (pengantin pria) untuk dirinya sendiri. Mena mengajaknya pergi. Tak berapa lama kemudian keduanya kembali lagi dengan Jodha yang sudah berdandan cantik. Jodha melihat patung Shiva- Parvati dan memujinya. Moti bai datang, Jodha menyapa dan menanyakan keadaanya. Mati mengatakan kalu dirinya sudah agak baikan.  Seorang kerabat datang dan meminta semua orang agar berdoa.  Menawati segera menyembah dan berdoa. Jodha yang masih bicara dengan Moti di tegurnya. Jodha dengan tersipu segera melipat tanganya dan berdoa. Moti mengikutinya. Jodha menoleh pada moti dan melihat tangan moti yang bengkak. Jodha terlihat sedih, lalu berkata kalau hanya satu hal yang inginkan olehnya dari yang maha kuasa, yaitu bahwa Dia membantunya mengakhiri perbuatan Jalal yang salah. Menawati mendengar doa Jodha dan menegurnya. Karena menurut Mena tidak boleh menyebut nama musuh saat berdoa, karena dewi saraswati mendengarkan doa-doa mereka dan mengabulkan keinginan siapa saja setidaknya sehari satu kali. Dan jika nama musuh di sebut dengan keinginan seseorang, Ashirwaad Sawarswati akan terhubung ke musuh juga. Tapi Jodha membatah dan masih menyebut nama Jalal. Menawati menyengol tanganya. Dadisa yang melihat itu menegur menawati. Menawati meninggalkan Jodha dan Moti Bai. Jodha masih membicarakan jalal, dan Moti bai menenangkannya.
Sementara itu di acara pameran di alun-alun, Sukanya masih mengincar pangeran Suryabhan. Matanya mengikuti setiap gerakan pangeran itu. Suryabhan mengeluarkan kalung Sukanya di tangannya dan mengamatinya. Sukanya tersenyum senang.
Di perkemahan pasukan Mughal, ratu Hamida duduk. Jalal datang dengan mengendarai kuda. Jalal turun dari kuda dan menghampiri hamida. Jalal memberi salam pada hamida. Hamida membalas salamnya dan berdiri dengan suka cita. Tapi penerimaan Jalal sangat dingin, dia bertanya, apa yang di lakukan hamida di sini. Hamida mengatakan kalau dia baru mengunjungi ajmer sharif dan berpikir untuk mengunjungi Jalal karena dia sangat merindukannya. Hamida mengikatkan jimat (tabeez) di lengannya. Jalal sama sekali tidak menatap hamida, dia menatap kebawah dan menghindari bertatapan langsung dengannya. Jalal berkata bahwa seharusnya Hamida menulis surat dulu padanya kalau mau berkunjung seperti bari ammi (maham angga). Jalal berubah lembut saat membicarakan Maham angga, berbeda kalau dia bicara dengan ibunya sendiri.  Hamida mengatakan bahwa surat terlihat seperti menyampaikan pesan politik. Perasaan tidak dapat di sampaikan lewat secarik kertas. Jalal mengejeknya dengan mengatakan kalau itu tidak benar, karena hamida sendiri telah mengutamakan tahta, bukan perasaan atau tanggung jawabnya pada anak. Hamida ingin mengatakan sesuatu, tapi Jalal tidak memberinya kesempatan. jalal meminta Hamida memberitahu Maham kalau dia sangat merindukannya dan juga menyuruhnya mengatakan pad istri-istrinya bahwa ia berpikir tentang mereka setidaknya 1 hari sekali. Dengan sedikit terluka, ratu hamida bertanya apakah Jalal tidak merindukan dirinya?" Jalala menjawab, ya, tentu saja. Setiap dia melihat seorang anak yatim piatu, dia memikirkan hamida. Karena hal itu membuat jalal teringat pada nasibnya sendiri, seolah-olah ibu anak yatim tersebut mempunyai kesulitan yang tak terelakkan samapi harus meninggalakan dirinya, seperti ibunya sendiri.  Dengan rasa pahit di hati, Jalal meninggalkan Hamida setelah mengucapkan salam perpisahan. Jimat yang di pakaikan hamida jatuh.  Hamida mengambilnya. Rasa nyeri terlihat di matanya. Pada Gul badan hamid amengatkan kalau mereka harus kembali ke Agra sekarang. Jalal terus menggali kenangan pahitnya, dan itu akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap dunia. Gul badan menyuruhnya istrirahat beberapa saat. Tapi Hamid amenolak, dia ingin pergi secepatnya. Gul badan berkata apakah dia datang untuk melihat Jalal hanya untuk beberapa menit dan kemudian pergi? Hamida mengatakan kehadirannya tidak membawa dampak apa-apa pada Jalal, jadi tidak ada gunanya tinggal.  sinopsisjodhaakbar.blogspot.com
jodha akbar 5aHamida bercerita pada gul badan tentang sikap dingin Jalal pada hamida terjadi karena dulu hamida pernah meninggalkan Jalal  pada maham angga demi keselamatan Jalal. Karena dia harus menemani Humayun bersembunyi. Dan Jalal menganggap itu adalah kesalahan Hamida yang paling besar, yaitu meninggalkannya. Dan kini, Jalal menganggap Maham sebagai ibunya dan sampai batas tertentu bahkan maham mengambil keuntungan dari itu.
Di Amer, Jodha dan Menawati mengunjungi pameran dan menikmati pemandangan yang di suguhkan. Jodha berkata, "indah sekali." Mereka berkeliling melihat-lihat pameran dan bertemu Sukanya yang sedang mengintip Suryabhan bersama Sivani. Menawati mencolek Sukanya, yang dengan sedikit terkejut menoleh. Mena bertanya apa yang dikerjakannya? Sukanya segera mengambil gelang yang ada di hadapannya dan menunjukannya pada Mena. Mena kemudian meninggalkan Sukanya dan Sivani.
Di arah yang lain, Bharmal sedang mengajak tamu-tamunya melihat-lihat pameran.  Tetapi yang mereka bicarakan adalah tentag strategi politik. Mereka berbicara bagaimana mengatasi serangan Mughal. Salah seorang dari mereka berkata bahwa sebaiknya mereka tidak melakukan apapun yang bisa membuat Jalal menjadi musuhnya. Bharmal menjawab, mau tidak mau, Jalal sudah menjadi musuh mereka. lalu terdengar sorakan dan teriakan kagum, Bharmal dan rombongan segera menuju ke sana. Mereka melihat Suryabhan sedang melemparkan Tombak dan tepat mengenai sasaran. Ditempat lain, Sukanya yang sedang kasmaran pada Suryabha berkata pad Sivani bahwa dia berharap lelaki itu akan menemuinya untuk mengembalikan kalungnya.
Bharmal kagum melihat nya dan berpikir untuk menjodohkannya dengan Jodha. Menawati datang menghampiri Bharmal. Bharmal menceritakan apa yang di pikirkannya. Menawati setuju dan keduanya tampak bahagia.
 Di sisi lain, Jodha sedang melihat para wanita bermain panah memanah. Jodha segera mencobanya. JOdha mengambil panah dan menyiapkan anak panah. Dia menarik anak panah, tanpa sadar ujung kalungnya terkait anak panah tersebut. Jodha berkonsentrasi, ketika melepas anak panah, kalungnya pun terjatuh, lalu kerudungnya. Tapi anak panah tepat mengenai sasaran. Moti bai mengambil kalung Jodha dari tanah dan menyimpannya. Moti juga memasangkan kembali kerudung ke kepala Jodha. Sementara Jodha sedang berkosentrasi untuk memanah target kedua. Saat itulah Suryabhana melihat Jodha.  Suryabhan melihat perhiasan di tangan Jodha yang sepertinya serasi dengan kalung di tanganya. Suryabhan menyangka kalau kalung itu milik Jodha.
Jodha sedang melihat-lihat gelang di salah satu kios. Jodha berjalan di satu sisi, Suryabhan mengikutinya di sisi yang lain dengan di batasi oleh deretan gelang-gelang yang di pajang. Mata Suryabhan tidak lepas menatap Jodha. Tapi Jodha tidak menyadarinya krena deretan gelang menjadi penghalang mereka. Di satu sisi ketika Jodha berhenti sebentar, Suryabhan mengulurkan tangannya yang memegang kalung diantara deretan gelang-gelang sambil berkata, apakah ini miliknya? Jodha segera memegang dupatta untuk menutupi wajahnya dari tatapan Suryabhan. Jodha menatap kalung itu dan meraba lehernya, kalungnya tidak ada di sana. Jodha bertanya darimana dia mendapatkan kalung itu? Suryabhan mengatakan kalau temannya telah memberikan kalung itu padanya. Jodha bersuara, "hem?". Suryabhan meralat kata-katanya dengan mengatakan kalau takdir yang memberikan kalung itu padanya.
jodha akbar 5bJodha tersenyum dan mengambil kalung itu. Dan tanpa terima kasih dia membalikan badan. Suryabhan menahan Jodha dan menanyakan namanya. Jodha tertawa dan menyuruhnya bertanya pada temannya. Setelah itu dengan tertawa riang Jodha meninggalkan Suryabhan yang tersenyum penasaran. Jodha berjalan cepat mencari Motibai. Sukanya dan Sivani yang melihat Jodha memegang kalung segara mengejarnya. Sivani bertanya, kalung siapa ini? Jodha mengatakan kalau kalungnya jatuh dan di temukan oleh seorang rajputana. Sivani dan Sukanya terlihat bingung. Muncul Moti bai yang mengatakan kalau kalung Jodha ada padanya. Sukanya dengan kesal segera mengambil kalung itu dan mengatakan kalau itu miliknya. Sivani mengatakan kalau sukanya menyukai orang yang memberikan kalung itu dan ingin menikah denganya. Melihat itu Jodha berjanji akan membantu Sukanya bicara dengan orang tua mereka. Sukanya tertawa senang. Lalu Jodha bertanya siapa nama pria itu? Sukanya dan Sivani menjawab bersamaan, "Raja Suryabhan singh." Jodha terpana menatap kekompakan adik-adiknya, lalu dia pun tersenyum. sinopsisjodhaakbar.blogspot.com
Dari Jauh suryabhan singh mengamati Jodha yang sedang bicara dengan adik-adiknya. Nampaknya Suryabhan sudah tertarik pada Jodha. Dia bertanya pada seseorang tentang siapa Jodha. Orang itu menjawab kalau dia adalah Rajkumari JOdha Bai, putri raja Bharmal. Suryabhan menatap Jodha yang sedang tertawa-tawa dengan penuh rasa tertarik.
Sementara Sukanya berjalan sambil mendekap kalung di dadanya di ikuti Sivani di belakangnya. Sukanya terlihat seperti orang yang benar-benar sedang di lamun cinta. Sivani mengodanya, lalu keduanya tertawa bersama.
Malamnya, Jodha berdiri di depan jendela kamarnya dan tenggelam dalam pikirannya sampai-sampai di tidak tahu kalau Motibai masuk dan menghampirinya. Motibai bertanya apa yang di pikirkan Jodha. Jodha ada menyembut nama Jalal. Moti mengingatkan apa yang ratu menawati katakan agar tidak menyebut nama musuh sebab dewi saraswati dapat mendengarkan apa kata mereka dan mengabulkan permohonannya. Jodha terlihat sengiit. Dengan berapi-api dia berkata, "jika memang benar dewi saraswati ingin mengabulkan doa, aku berharap bahwa dia akan mendengar aku sekarang.  Aku berharap bisa menghentikan cara memerintah Jalal yang tidak benar. Jika dewi saraswati mengabulkan keinginan, aku ingin Dia menghubungkan aku dengan Jalal. Aku ingin dunia menginggatku kapanpun mereka bicara tentang Jalal. Mereka harus menginggatku sebagai orang yang mengubah sejarah India." Dengan bercanda Moti berkata pada JOdha kalau dia telah banyak membuang waktu dan pikiran untuk Jalal, kalau JOdha memikirkan orang lain, tentu saat ini dia sudah punya kisah cintanya sendiri. Jodha mengatakan kalau dia tidak ingin kisah cintanya di tulis dalam buku sejarah. Sebaliknya Jodha berharap, bahwa ketika Biografi Jalal di tulis, sebuah paragraf mungkin di tulis tentang dia, yang menyatakan kalau dia mengakhiri perbuatan Jalal yang salah ini. Moti bai bertanya kenapa dia sangat membenci Jalal. Jodha berkata kalau tindakan Jalal sangat biadab. Motibai mengejar Jodha dengan pertanyaan bagaimana Jodha bisa begitu yakin kalau Jalal yang bertanggung jawab atas tindakan itu? Bisa saja prajuritnya yang berbuat atas inisiatif mereka sendiri dan jalal tidak tahu apa-apa. Jodha balas mengatakan bahwa Jalal tidak buta huruf ataupun tuli. Dia sepenuhnya sadar denga apa yang terjadi di sekelilingnya. Dia harus melihat manusia sebagai manusia, bukan pion. Jodha berkata, "siapapun yang menghalangi jalannya, dia tidak keberatan menggunakan cara kejam untuk menyingkirkan mereka. Dia hanya ingin membuat jalan untuk dirinya sendiri. Aku bahkan mendengar kalau Jalal bahkan tidak menghormati ibu kandungnya sendiri.
Dikemahnya, Jalal sedang dengan Khan baba. Bairam khan berkata kalau dia sangat yakin Jalal akan di kenang sebagai penguasa terbesar sepanjang sejarah. Jalal tertawa dan bertanya kenapa khan baba begitu yakin? Adakah dia mengetahui hal tersebut terlebih dahulu? Bairam khan berkata kalau dia selalu tahu. Bairam khan memuji Jalal, "mungkin itu musuh atau perasaannya, tapi Jalal tahu bagaimana mengontrol keduanya. Bairam khan berkata karena Jalal tidak mempunyai hati, maka dia akan berjuang untuk menjadi penguasa terbesar.

Sinopsis Jodha Akbar


Sinopsis Jodha Akbar episode 4

Jodha dan adik-adiknya, Sukanya dan Sivani duduk mengelilingi Moti yang masih belum sadarkan diri. Sukanya mencoba mengoyang-goyang tubuh Moti agar dia sadar, tapi Jodha melarangnya. Sukanya menyalahkan Jodha atas apa yang terjadi pada Moti. Sukanya juga mengatakan kalau Jodha ke kuil hanya untuk kepentingannya sendiri, yaitu untuk mencari berkah agar mendapatkan penganti pria yang sesuai dengan keinginanya. Kedua kakak beradik tersebut  bertengkar mulut, hinga dan saling mengejek sampai-sampai menyebut nama-nama makanan. Moti yang mendengar keributan itu tersadar dan bilang kalau dirinya lapar dan ingin makan makanan yang disebut oleh sukanya dan jodha dalam pertengkarannya yang membuat kedua saudara itu tak bisa menahan tawa.
sinopsis jodha akbar episode 4Jodha dan Sujamal bermain catur ketika seorang pelayan datang memberintahu Jodha kalaukedua adiknya Sukanya dan Sivanimengajaknya untuk bergabung dengan mereka mengamati para pangeran dan raja  yang datang memenuhi undangan raja bharmal. Dalam beberapa langkah, Jodha berhasil mengalahkan Sujamal. Jodha mengatakan kalau dia bisa mengalahkan Sujamal dalam permainan catur, dia juga bisa mengalahkannya dalam permainan pedang. Sujamal memberi alasan kalu dirinya tidak kosentrasi pada permainan karena pikirannya terfokus pada rencana bharma mendeklarasikan calon pengantinya malam nanti. Jodha mengatakan agar Sujamal tidak perlu kuatir, hari ini seluruh Amer akan merayakan kabar baik dari sujamal yang dinyatakan sebagai raja amer di masa depan. Sujamal berkata pada Jodha bahwa jika perkiraannya benar dia menganggap dirinya telah memenangkan permainan catur dalam kehidupan. Sujamal menyuruh Jodha bergabung dengan adik-adiknya untuk melihat para raja dan pangeran yang datang agar bisa menemukan pria gagah dan tampan yang akan menjadi mempelai pria untuknya. Jodha mengatakan bahwa dia akan mencarikan peria tampan dan gagah untuk adik-adiknya tapi dia sendiri hanya akan menikah dengan pria gagah yang sanggup mengalahkan dan membawa kepala Jalaluddin Mohammad padanya.  
Sukanya dan sivani berdiri diatas benteng amer mengamati para pangeran dan raja yang memasuki istana amer bersama para pelayan. Mereka berdua selalu mengomentari setiap pengaran dan raja yang masuk. Ada yang tua, gemuk karena terlalu banyak makan Ladoo, dan lain sebagainya . Sampai Dadisa menegur mereka. Tapi ketika tiba gilran Pangeran Suryabhan Singh memasuki istana amer, Sukanya terpana dan tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Hatinya telah terpanah panah asmara Pangeran Suryabhan. Sivani yang melihat gelagat kakaknya mengoda sukanya. Dadisa jsepertinya juga menyukai sang pangeran, akrena dadisa tidak berhenti memuji sang pangeran. Ketika pangeran Suryabhan lewat di bawah mereka, tiba-tiba kalung Sukanya terjatuh dan menyangkut di gagang pedang sang pangeran. Pangeran Suryabhan memunggutnya dan mengamati kalung tersebut. Kepalanya mendongak dan matanya berkeliling mencari pemiliknya, tetapi para rajkumari amer sudah kabur meninggalkan tempatnya. Pangeran suryabhan menyimpan kalung tersebut dan meneruskan perjalanannya. Setelah suryabhan pergi, para putri kembali keteras dan mengoda sukanya.
 Jodha sedang merias diri di bantu oleh para pelayan, ketika mainawati menemuinya. Ratu mainawati menegur putrinya karena mengenakan pakaian yang biasa. Dia memberikan gaun dan perhiasan baru pada Jodha dan memintanya untuk bersiap-siap. Jodha tidak mengerti. mainawati mengatakan bahwa kemungkinan pada pertemuan para raja dan pangeran malam ini akan ada pengumuman khusu yang terkait dengan Jodha.
Jalal memilih sebuah kuda putih yang anggun dan cantik. Tapi seorang kasim mengatakan kalau kuda tersebut telah di pilih oleh bairam khan. Pelayan Jalal yang bernama Abdul memgatakan bahwa apa yang diinginkan raja akan menjadi miliknya, tidak siapapun boleh menghalangi termasuk Bairam khan. Mendengar kata-kata Abdul, Jalal berteriak Mara, "tidak ada seorangpun yang boleh mengatakan sesuatu tentang khan baba. Jalal lalu memilih kuda yang lain. Abdul berkata bahwa orang-orang bulang apa gunanya menjadi raja kalau tidak bisa memiliki apa yang menjadikesukaanya. Jalal mengancam dan menghunus belati dileher pelayannya yang setia. Tapi Jalal berkatan dia tidak mau membuat malu kemuliaanya karena membunuh orang cacat.Tapi kemudian keduanya tertawa bersama. Saat Jalal pergi meninggalkannya abdul berkata, jalal yang memiliki kerajaan ini, tapi Khan baba yang mengatur dia dan kerajaanya."
Di amer diadakan pertemuan yang di hadiri para raja dan pangeran. Pertemuan itu mempunyai 3 tujuan, yaitu menyatukan bangsa Rajput dan mencarikan pria yang tepat untuk putri Jodha serta mengumumkan calon raja Amer di masa depan. raja Bharmal membuka pertemuan itu dengan pidato. Dia berterima kasih pada para raja dan pangeran yang telah bersedia hadir memenuhi undanganya. Raja bharma hendak mengumumkan nama pangeran mahkota yang akan mewarisi tahta kerajaan Amer. Sujamal terlihat tegang, dia bertukar pandang dengan Jodha. Jodha tersenyum dan menganguk. Sujamal sangat berharap dirinyabisa menjadi raja. Tapi ternyata Bharmal mengumumkan kalau putranya Bhagwandas yang akan mengantikannya kelak. Sujamal dan Jodha terkejut. Sujamal marah dan menodongkan pedang ke leher bhagwandas. Semua yang hadir segera menghunuspedang dan menfepung Sujamal. Jodha panik. Bharmal meminta agar sujamal tenang.  Sujamal mengatakan bahwa dia telah menyaksikan ketidak adilan berlaku di sini sejak lama. Tahta ini adalah miliknya, karena ayahnya adalah seorang Raja sebelum di gantikan oleh Bharmal. Sujamal sangat marah dan berkata dia akan meninggalkan Amer dan akan kembali untuk merebutnya. Sebelum pergi Sujamal menyempatkan diri menatap Jodha, dan aterbayang kenangan masa kecil mereka. Sujamal segera meninggalkan aula pertemuan dengan emosi. Bharmal menyuruh pegawal menangkap Sujamal demi menjaga persatuan Amer. Mendengar itu, Jodha berlari mencari Sujamal di kamarnya. Disanan Jamal sedang mengambil potret ayahnya dan bersiap-siap untuk pergi. Jodha memberitahunya bahwa pengawal sedang menuju kesini untuk menangkap Sujamal. Jodha menyuruh Sujamal agar segera pergi dan menyembunyikan diri. Sebelum pergi, sujamal berjanji akan datang ke Amer untuk Jodha, karena hanya Jodha satu-satunya oarang yang dia perhatikan di amer.
 Mainawati dan Bharmal sedang membahas masalah Sujamal di balkon ketika Jodha datang. Jodha tampak kesal dan sedih. Dia memeluk ibunya. Jodha mengatakan pada ayahnya, bahwa dia tidak mengerti politik kerajaan, tapi dia telah kehilangan seorang kakak hari ini. Raja bharmal juga mengatakan kalau dia telah kehilangan seorang anak dan pejuang amer yang pemberani tapi persatuan dan keselamatan amer lebih penting dari segalanya.. Mainawati mengalihkan pembicaraan seputar perjodohan Jodha. Mereka hanya menunggu Jodha menentukan pilihannya. Jodha tertunduk...  dan wajah Jalal muncul mengantikannya.
Akbar duduk di tahtanya. harifudin yang mendapat tugas untuk mencari informai di amer kembali dengan kabar bahwa seluruh raja dan pangeran di Rajput berkumpul di amer untuk merayakan upacara ganghaur. Akbar mengatakan itu adalah saat yang tepat untuk menyerang.  Sharifudin berkata kalau mush sebaiknya diserang saat sendiri-sendiri. jalal marah mendengarnya. Sharifudin mintabmaaf. jalal berkata bahwa dia kan memotong kepala mereka bersama-sama.

Sinopsis Jodha Akbar



Jalal berlatih pedang dengan beberapa orang prajuritnya sambil mendengarkan informasi tentang kedatangan Jodha dan rombongannya. Prajurit menceritakan sekilas tentang Jodha, bagaimana tidak terlalu memikirkan diri sendiri tapi sangat memikirkan keselamatan dan kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.Seorang prajurit mengatakan semua orang sibuk memandang Jodha mengagumi kecantikan dan kebaikannya. Jalal mendengarkan cerita prajuritnya denganserius. Setelah si prajurit pergi, Jalal mengeja nama Jodha dengan senyum menyerigai.

sinopsis jodha akbar episode 3Jodha pulang kembali ke Amer dalam kondisi yang semrawut. Berjalan kaki, tanpa dupatta, wajah berdebu dan kening yang berwarna hitam kemerahan. Raja bharmal dan para pangeran sangat terkejut dan prihatin melihat kondisi Jodha. Sujamal yang paling cepat menghampiri Jodha. Dia bertanya apa yang terjadi. Pengawal Jodha menjelaskan secara ringkas apa yang mereka alami dikuil dewi kali. Jodha berbalik dan mendongak keatas menatap mainawati. Mainawati yang melihat kondisi Jodha sangat terkejut. Dia teringat dengan ramalan Shaguni bai. Raja Bharmal memerintahkan prajuritnya untuk meningkatkan keamanan istana. Jodha meninggalkan halaman bersama para pelayannya, Mainawati menatap kepergian Jodha dan melihat bayangan bendera hijau berkibar mengikutinya. Mainawati terkejut dan tak percaya.

Jodha menunggui moti yang di rawat tabib. Dia belum sadar. Jodha sedang menanyakan kesehatan moti pada tabib ketika mainawati datang. Mainawati yang melihat keadaan Jodha segera menariknya masuk kekamar. Mainawati mengusir semua pelayan. Jodha protes, tapi mainawati memaksanya bercermin. Mainawati memarahi Jodha yang tidak memperhatikan penampilannya sehingga dia tidak lagi menyerupai seorang putri. Mainawati dengan paksa menghapus tanda di kening Jodha, Jodha berteriak menyuruhnya berhenti. Mainawati menarik Jodha keluar lalu menyiram kepala Jodha dengan air seolah ingin menghapus takdir jelek Jodha yang telah di ramalkan Shanguni. Dalam ketakutan Mainawati berbicara tentang masa depan, tapi Jodha tidak bingung dan tidak mengerti maksudnya. Mainawati memperingatkan Jodha mulai saat ini jangan pernah keluar dari istana karena dia telah mimpi buruk yang akan menghampiri Jodha. Jodha merasakan sentuhan ibunya. Dalam hati Mainawati berjanji akan berusaha sedaya upaya untuk melawan takdir Jodha.

Jalal dan sharifudin membahas tentang peristiwa yang terjadi ketika khan baba datang. Penjaga masih mengulangi laporannya tentang putri Jodha dan kecantikannya. Jalal tersenyum, dia menyuruh prajurit untuk pergi ke amer untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang Jodha. Jalal berkata bahwa ia memenangkan ratu dan pelayan tapi tidak pernah memberikan hatinya pada siapapun.
sinopsis jodaha akbar episode 3 Di amer, raja Bharmal mengumpulkan anggota keluarganya dan membicarakan peristiwa yang terjadi pada Jodha. Sujamal menyalahkan Bharmal karena telah membiarkan Jodha keluar dari sitana. Bharmal menyangkal dengan mengatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menikmati kebebasan tanpa rasa takut. Dalam kesempatan itu, raja bharma juga mengatakan rencananya untuk mengirim undangan ke seluruh raja-raja di Rajput untuk menemukan laki-laki yang cocok untuk Jodha.

Jalal bertanya pada Khan Baba tentang Amer dan segala pernak-perniknya. Khan baba memerintahkan Sharifudin untuk mengumpulkan informai tentang Amer, segala bentuk informasi yang akan membantu Jalal dalam upaya menaklukan Amer.

Di amer, ratu mainawati menemui Raja Bharmal yang sedang mengadakan rapat dengan orang-orang penting di pemerintahannya. Mainawati memberitahu Bharmal tentang ramalan shanguni. Raja bharmal tidak percaya pada ramalan itu tetapi dia memang akan berusaha mencarikan jodoh untuk Jodha yang nantinya hubungan itu akan dapat menyatukan kerajaan-kerajaan di Rajput.

Khan baba dan jalal datang ke pasar. DIsana dia melihat seorang wanita cantik. Jalal segera turun dari kudanya dan menarik tangan wanita itu agar mengikutinya. Suami si wanita yang melihat berteriak mengejarnya. Tapai setelah melihat yang membawa istrinya adalah seorang raja, dia memohon dan menyembah agar melepaskannya. Jalal mengancam lelaki itu dengan pisau dan menyuruhnya memilih antara nyawanya atau istrinya. Lelaki itu lebih memilih hidupanya dan meninggalkan istrinya. Jalal tidak tertarik lagi pada wanita itu dan menyuruhnya pergi kembali pada suaminya. Khan baba terkesan dengan tindakan Jalal yang tidak berperasaan tersebut.  Menurutnya, jika Jalal mengikuti petunjuknya, dia akan dapat memenangkan amer dan menghancurkan bangsa Rajput. Jalam setuju, dia telah belajar banyak dari khan baba sejak kecil dan akan terus belajar darinya dimasa depan.