Sabtu, 08 November 2014

BELAJAR MENGILMUI SHALAWAT

Kita membaca Sholawat mungkin sendiri di kamar, di perjalanan atau ketika sedang larut dalam pekerjaan. Mungkin pula kita membacanya secara berjamaah di surau-surau atau pada acara-acara tertentu di kampung kita. Umumnya orang tidak hanya membaca Sholawat tetapi juga qoshidah, wirid atau dzikir yang kesemuanya merupakan karya para auliya atau pujangga lslam yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak berabad-abad yang lalu melalui tradisi Maulid Nabi, pepujian di musholla-musholla atau ditempat dan acara lainnya. Qosidah bisa bermuatan Sholawat , dzikir atau wirid atau juga kalimat-kalimat ungkapan cinta kepada Allah Swt, Nabi Muhammad Saw atau kepada lslam itu sendiri. Adapun wirid atau dzikir adalah kata-kata yang diungkapkan untuk mengingat Allah, menghayati keagungan-Nya, meminta atau memohon sesuatu kepada-nya. isinya bisa diambil dari ajaran langsung Allah Swt atau merupakan kreasi atau ciptaan hamba-hamba-Nya.
Kali ini kita memfokuskan diri untuk membicarakan Sholawat secara umum. Tetapi terlebih dahulu kita catat dan tegaskan satu hal mendasar mengenai Sholawat sebelum mengembarai sisi-sisi lainnya. Sebagaimana shalat, puasa, zakat, haji dan jenis ibadah lainnya, Sholawat itu bukan agama dan bukan tujuan dari apa yang kita lakukan itu sendiri. Sholawat hanya berposisi – seperti shalat, puasa, zakat, dan haji – sebagai alat dan cara untuk mengantarkan kita pada tujuan sejati yakni dekat dengan Allah serta berdampingan dengan Rasulullah Saw. Meskipun tentu saja Sholawat tidak berkedudukan seperti ibadah shalat dan puasa yang mahdhoh dan merupakan rukun lslam. Sholawat merupakan thoriqoh atau jalan untuk mengintensifkan dan memperdalam hubungan batin kita dengan, pertama Allah Swt dan kedua Rasulullah Saw. Oleh karena itu yang terpenting dan yang menjadi tolak ukur adalah apakah dengan metode-metode Sholawat ini kita menjadi makin dekat dengan Allah dan Rasulullah atau tidak.
Karena tidak ada seseorang yang sungguh-sungguh sanggup dan bisa menilai orang lain maka kita sendirilah yang dalam hati dan batin kita masing-masing harus memacu menggembalakan diri sendiri dan rajin meniti perkembangan mutu hubungan kita dengan Allah dan Rasulullah. Maka makin banyak kita mengingat Allah dan Rasulullah dengan dan dalam Sholawat makin bermanfaatlah apa yang kita lakukan dengan Sholawat-Sholawat yang kita baca.
Allah Pelopor Gerakan Sholawat
Sholawat merupakan ungkapan cinta kepada Rasulullah Saw, yang dipelopori langsung oleh Allah Swt sendiri kemudian dikembangkan oleh para pecinta Muhammad Saw. Lewat ayat: lnnalloha wa malaikatahu yusholuna alan nabiyyi ya ayyuhal ladzina amanu sholu alihi wa sallimu taslima: Alloh menyuruh kita untuk bersholawat kepada Nabi Mumammad sambil Ia tegaskan, bahwa perintah ini pun Ia sendiri (bersama malaikat-Nya) yang memelopori perwujudannya. Ia berbeda dengan perintah-perintah Allah lainnya. Kalau kepada hamba-Nya, Ia menyuruh bersembahyang. Allah sendiri tidak perlu bersembahyang. Kalau Allah memerintahkan hambanya untuk berzakat, Allah sendiri tentu tidak perlu berzakat. Kalau Allah meminta kita untuk berpuasa, Allah sendiri tentu tidak terkena kewajiban berpuasa. Allah tidak melakukan apa yang diperintahkan Dirinya kepada hamba-hamba-Nya.
Tetapi khusus dalam soal Sholawat Allah berpenampilan agak berbeda. la yang menyerukan, Ia yang memberi contohnya. Allah beserta para malaikat-Nya bersholawat kepada Rasulullah Saw. Demikian besar dan agungnya cinta Allah kepada kekasih-Nya yang bernama Muhammad itu sehingga Ia sendiri mau bersholawat kepadanya dengan memposisikan diri bukan hanya sebagai yang punya perintah tapi juga sekaligus pelopornya.
Tak hanya itu, kita juga perlu melihat cintanya Allah kepada Muhammad dari kenyataan bahwa: kalau kita shalat kita mempunyai dua kemungkinan, diterima oleh Allah atau tidak. Begitu juga kalau kita berpuasa, berzakat atau mengerjakan ibadah yang lainnya. Tetapi kalau kita bersholawat itu pasti diterima oleh Allah sekaligus pasti sampai kepada Rasulullah. Dari sisi kita – hamba Allah dan umat Muhammad – Sholawat merupakan ungkapan terima kasih tiada tara kepada Rasulullah Saw yang telah memandu dan memimpin perjalanan kaum Muslimin kepada Allah Swt. Ungkapan cinta kita kepada Rasulullah itu sekaligus juga merupakan perwujudan cinta kita kepada Allah. Mustahil kita mencintai Allah Swt, tanpa mencintai Rasulullah Saw. Sebab Rasulullah-lah hamba yang paling dicintai oleh Allah.
Rasulullah Hadir itu Bukan Khayalan
Ketika kita bersholawat kepada Rasulullah Saw maka pada majelis itu Rasulullah hadir. Dan barang siapa yang berada di suatu tempat di mana Rasulullah hadir maka keseluruhan ruang tersebut bebas dari adzab. Orang barangkali tidak mempercayai kalau Rasulullah itu hadir dengan beranggapan beliau sudah wafat. Jasad atau badan-nya sudah pulang menyatu kembali dengan hakikatnya yakni tanah. Akan tetapi ruh atau ruhani Rasulullah tetap hidup dan hadir. Kita tidak bisa memandang Rasulullah dengan kaca mata materialisme bahwa segala sesuatu harus bisa dilihat dengan mata wadag, bahwa semuanya harus bisa dipanca-indrai dan bahwa kalau segalanya tak bisa dipanca-indrai maka sesuatu itu tak ada alias tak maujud, melainkan harus dengan kaca mata ruhaniah. Dengan demikian ketika kita mendengar kalimat bahwa Rasulullah hadir kita tidak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang khayal atau mustahil.
Rasulullah Jauh atau Dekat
Sama cara berfikirnya dengan keterangan tentang Rasulullah hadir itu khayal atau tidak, kalau kita membicarakan apakah Rasulullah itu jauh atau dekat maka mata pandang dan ukuran kita bukanlah pandangan geografis dan fisik, melainkan ruhani. Untuk itu kita harus mengacu pada ayat: Laqod jaakum rosulun min anfusikum azizun alaihima anittum harishun alaikum bil mukminina roufur rohiim. Sungguh benar-benar telah datang di tengah-tengah kalian seorang Rasul dari kalanganmu sendiri, yang sangat tak tega menyaksikan penderitaan kalian, amat perhatian terhadap kalian, belas-kasih terhadap orang-orang yang percaya.
Segera kita catat dari ayat tersebut bahwa, pertama Rasulullah itu orangnya tidak tegaan. Kalau kita menderita, Rasulullah sangat ikut menderita dan bersedih. Bila kita susah, maka Rasulullah-lah yang pertama-tama turut merasakan kesusahan itu.
Kedua, Rasulullah itu langsung diberi oleh Allah dua sifat yang diambil dari sifat-Nya yaitu roufur-rohiim. Kalau umumnya kita memakai sifat Allah misalnya untuk kepentingan memberikan nama maka kita hanya diizinkan menggunakannya dengan syarat harus diimbuhi dengan misalnya kata Abdul. Misalnya: Abdul Malik, Abdurrahman, Abdul Aziz dan seterusnya. Tetapi khusus untuk Rasulullah, Allah memberinya sifat kepada Beliau dengan dua sifat-Nya yakni roufur-rohiim. Tentu saja Allah memahkotainya dengan dengan dua sifat tersebut karena memang Rasulullah layak menyandang dua sifat itu. Karena kepribadian Rasulullah sangat mencerminkan mutu sifat itu, lebih-lebih dalam hubungannya dengan umatnya. Jadi kedekatan Rasulullah itu sedemikian dalamnya dan sedemikian ruhaniahnya. Begitulah kualitas pribadi dan cinta Rasulullah kepada kita.
Segitiga Cinta
Seraya menegaskan kepada sudara-saudara kita yang barangkali cemas kepada sholawat bahwa pertama, sholawat itu tidak menuhankan Muhammad. Kedua, sholawat itu tidak menganggap Muhammad sebagai anak Tuhan. Kita mempelajari bahwa sesungguhnya yang terjadi adalah adanya segitiga cinta. Di titik atas ada Allah, di titik kanan ada Muhammad Saw dan di titik kiri ada kaum Muslimin. Masing-masing titik itu disambungkan oleh garis sedemikian rupa sehingga terbentuk segi tiga. Dan segi tiga itu akan bermuatan cinta, sehingga bisa disebut segitiga cinta. Nah, sekarang kita lihat. Pada garis pertama, antara Allah dengan Rasulullah. Allah sangat mencintai Muhammad Saw dan sebaliknya Muhammad pun sangat mencintai Allah sehingga beres aliran cintanya. Kemudian pada garis kedua antara Allah dengan kaum Muslimin, Allah sangat mencintai kita, tetapi kita kadang ogah-ogahan kepada Allah. Sehingga Allah sering mengeluh, “Lho, Engkau ini bagaimana wahai jin dan manusia, Aku yang menciptakan Engkau, tapi Engkau menyembah yang selain Aku. Aku yang memberimu rizki tapi kamu berterima kasih kepada yang selain Aku.”
Lantas garis yang ketiga, antara Muhammad dengan kita. Muhammad sangat mencintai kita. Muhammad melakukan tirakat untuk kita dan agar doanya tentang kita dikabulkan oleh Allah, Muhammad menempuh pengabdian sedemikian rupa supaya Allahpakewuh (merasa tidak enak) kepada Muhammad tertama yang menyangkut nasib kita. Mengapa demikian? Selain Allah pada pihak pertama, Muhammad juga punya kekasih berikutnya yaitu para sahabat. Yakni mereka yang hidup sejaman dan pernah bertemu dengan Rasulullah semasa hidupnya. Sedangkan yang tidak bernasib seperti sahabat alias yang hidup sesudah Rasulullah wafat itu bernama umat lslam.
Para sahabat sudah jelas nasibnya. Mereka hidup bersama-sama dengan Rasulullah berjuang dan lara lapa (menderita). Rasulullah sangat mencintai mereka dan selalu mendoakan mereka. Lantas bagaimana dengan umat lslam ini yang hidup setelah ditinggal wafat Rasulullah. Siapa yang mendoakan mereka?
Nah, Rasulullah itu tidak tega untuk meninggal dunia tanpa meninggalkan atau mewariskan mekanisme kabulnya doa atas nasib kita semua. Jadi bagaimana Allah akan mengabulkan doa kita kalau kita tidak melangsungkan lalu lintas segi tiga cinta itu. Dengan begitu mencintai Muhammad yang misalnya kita ungkapkan lewat sholawat adalah penyikapan yang logis, adil dan sewajamya saja terhadap kasunyatan perhubungan cinta antara Allah, Muhammad dan kita.
Demikianlah doa kita akan sampai arusnya kepada Allah kalau melewati Muhammad. Sebab bagaimana mungkin Allah mengabulkan doa kita kalau kepada kekasih-Nya kita bersikap acuh tak acuh. Allah ini sangat pencemburu dan romantis. Allah menghendaki keindahan pergaulan antara diri-Nya, Kekasih-Nya dan kita.
Sholawat membuat Akal Basah oleh Hati dan Hati Tegak oleh Akal
Untuk menjelaskan kalimat di atas kita memakai acuan salah satu ayat suci Al-Qur’an yang sudah sangat terkenal yakni La Yamassuhu lllal Muthohharun. Ayat ini lazimnya ditafsir secara fisik bahwa kalau kita sedang batal alias dalam kondisi tak berwudhu maka tidak diperbolehkan untuk menyentuhnya (Al-Qur’an). ltu benar sekali, terutama dari segi fiqih. Tetapi mari kita luaskan makna dan tafsir ayat tersebut misalnya dengan memahaminya begini: Kita tidak akan bisa bersentuhan dengan makna, hikmah, rizqi, barokah dan segala macam kandungan Al-Qur’an, jika kita tidak mengusahakan diri kita untuk terlebih dahulu muthohhar atau tersucikan. Tersucikan itu bahasa lainnya adalah tercerahkan. Dan soal cerah mencerahkan ini Allah sudah sejak dulu menawari manusia untuk bisa mencerahkan diri. Tercerahkan di bidang apa? Kita lihat dulu secara sederhana struktur jiwa manusia.
Dalam jiwa manusia ada tiga sisi atau unsur terpenting yakni akal, spiritual, dan mental. Oleh karena itu bisa dikatakan bahwa ketercerahan itu meliputi tiga sisi tersebut. Jadi tercerahkan secara akal atau muthahhar aqliyah, tercerahkan secara spiritual atau muthahhar ruhiyyah dan tercerahkan secara mental atau muthahhar nafsiyyah. Ketiganya akan memproduk ketercerahan akhlak atau muthahhar akhlaqiyyah. Umumnya orang hanya memiliki sebagian saja dari ketercerahan tersebut. Ada yang tercerahkan secara aqliyyah tetapi tumpul secara spiritual dan mental. Ada yang tercerahkan secara spiritual (mletik hatinya), tetapi gagap secara intelektual alias sempit wawasannya serta tidak kokoh mentalnya. Juga tak ketinggalan ada yang tercerahkan secara mental tapi buta secara intelektual dan spiritual.
Demikianlah kalau kita tidak mengupayakan diri agar utuh ketercerahannya maka kita akan tidak bisa bersentuhan dengan Al-Qur’an. Nah, bersholawat adalah salah satu jalan untuk mengutuhkan ketercerahan itu, agar kaffah. Agar tak cuma sesisi saja. Sholawat membikin akal basah oleh hati dan hati tegak oleh akal.
Sholawat Metode mengambil jarak dari Kesibukan Kerja Keras Sehari-hari
Ketika kita suntuk bekerja atau melakukan sejumlah pekerjaan entah yang rutin atau yang tidak, umumnya kita mempunyai kecenderungan untuk capek, jenuh dan yang terpenting barangkali juga potensial mengidapkan pada diri kita keterasingan tertentu terhadap apa yang kita kerjakan. Pada saat seperti itu yang kita perlukan tak sekedar istiharat dan rekreasi, tetapi yang terpokok adalah pengambilan jarak terhadap situasi dan keadaan semacam itu agar kita bisa lebih mengendapkan batin dan pikiran, supaya segar jiwa kita dan siap melanjutkan pekerjaan-pekerjaan berikutnya. Demikian siklus wajar kemanusiaan yang dialami oleh orang. Dalam memenuhi kebutuhan untuk rekreasi dan pengambilan jarak itu orang menempuh banyak hal mulai yang positif sampai yang negatif. Yang positif misalnya orang pergi rekreasi menikmati suasana alam di pantai atau di gunung, plesir ke luar kota dan sebagainya. Yang negatif umpamanya orang menenggak minum-minuman keras, atau berjudi. Nah, sholawat hadir sebagai salah satu pilihan yang berposisi praktis, berdimensi dunia akherat langsung, dalam memenuhi kebutuhan untuk pengambilan jarak tersebut. Meskipun tentu saja ini hanya satu sisi belaka dari sekian dimensi sholawat yang sudah ada dan akan diuraikan singkat dalam tulisan ini.
Sholawat juga jauh lebih positif secara medis, moral-sosial, keilmuan dan ukhrawi daripada menenggak narkoba atau bahkan dibanding nonton film sekalipun. Dengan menikmati sholawat-sholawat kita akan memperoleh kenikmatan dan kepuasan batin yang lnsya Allah lebih ruhaniah dan sejati. Sholawat merupakan jalan yang lebih selamat dan menyelamatkan ditinjau dari berbagai sisi dan sudut.
Sholawat Membuka llmu
Sekarang kita memasuki sisi lain dari Sholawat. Selain sebagai jalan untuk mengintensifkan cinta kita kepada Rasulullah, Sholawat juga memberi peluang bagi terbukanya pintu-pintu ilmu. Lihatlah misalnya Sholawat Nurul Musthofa. Musthofa itu artinya terpilih. Nurul Musthofa itu berarti cahaya yang terpilih. Dan inilah makhluk Allah yang pertama. Makhluk Allah Swt yang pertama ini adalah seberkas cahaya yang dinamai Nur Muhammad. Allah sangat mencintai makhluk pertama ini sedemikian rupa sehingga Allah mempunyai alasan untuk menciptakan alam semesta beserta isinya termasuk kita semua. Allah mengatakan dalam hadist qudsinya, lau laka ya Muhammad ma kholaqtu al aflaka jika tidak karena engkau Muhammad – maksudnya cahaya tadi- maka aku tidak akan ciptakan apapun yang lain. Kelak cahaya ini akan diwujudkan oleh Allah secara biologis, sosiologis dan historis menjadi Muhammad Saw. Artinya diwujudkan sosoknya, sepak terjangnya dan sejarah hidupnya. Jadi ada beda antara Muhammad jasmaniah dan Muhammad ruhaniah.
Dari Sholawat Nurul Musthofa, selain kita peroleh keindahan dan kenikmatan bercinta dengan Muhammad, kita juga peroleh ilmu pengetahuan. Ilmu tentang apa? Ialah ilmu tentang sejarah penciptaan alam semesta. Yang barang kali ilmu pengetahuan modern sekarang ini belum mencapai dan mengatakannya. Bahwa makhluk pertama yang diciptakan oleh Allah bukan siapa-siapa melainkan Nur-Muhammad tadi.
Sholawat Membuka Cara Pandang
Sesudah membuka pintu rahasia ilmu, Sholawat juga memungkinkan kita untuk memperoleh cara pandang atau yang lazim disebut perspektif. Maksudnya dengan menghikmahi sholawat, kita bisa menjadikan Sholawat sebagai pintu pengantar untuk merenungi segala sesualu yang terjadi dalam hidup kita. Lihatlah misalnya sholawat lnna Fil Jannah.
lnna fil jannati nahran min laban, li aliyyin wa husainin wa hasan : Sesungguhnya di surga terdapat sungai yang terbuat dari air susu. Yang diperuntukkan bagi Ali, Hasan, dan Husain. Hasan dan Husain itu putra Ali bin Abi Thalib yang terbunuh di peperangan antar ummat lslam. Bahkan Sayyidina Hasan diracun oleh istrinya sendiri. Sehingga sejelek-jelek nasib kita masih menderita Sayyidina Hasan dan Husain.
Dari Sholawat ini tinggal kita cari proyeksinya dalam hidup sehari-hari kita. Artinya sesungguhnya kita mempunyai potensi ke-Hasan-an dan ke-Husain-an sendiri-sendiri di berbagai bidang kehidupan kita masing-masing. Dan kalau kita mengalami kedhoifan, kemustadh’afinan, keghoriban (keterasingan) dan kemazhluman (terzholimi) sebagaimana yang menimpa diri Sayyidina Ali, Hasan dan Husain, maka itu berarti Allah menjanjikan sungai susu di surga. Sebagaimana dalam kasus Abu Bakar menebus Bilal dari perbudakan Abu Jahal, maka dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa membatin dan mendiskusikan sekarang ini, siapa Hasan dan Husain-nya? Abu Jahal-nya siapa? Orang ini akan menjadi Hasan dan Husain atau Abu Jahal dan seterusnya. Demikianlah Sholawat-Sholawat mempunyai relevansi dengan kehidupan kita.
Sholawat: Kenapa harus dengan Alat Musik?
Pembacaan Sholawat pada acara-acara tertentu biasanya diiringi dengan (alat) musik. Kenapa memakai musik? Karena musik berhak masuk surga. Seluruh peralatan-peralatan musik itu kita ajak mencintai Rasulullah. Kita tidak egois dalam bersholawat. Jadi, prinsipnya sangat sederhana. Bukan soal mencampur-adukkan antar seni dan agama. Sebab perlu diketahui begitu agama lahir belum terbedakan, apakah ini seni atau agama. Pada awalnya tak ada beda antara keduanya.
Kata seni baru muncul ketika orang-orang (modern) mencoba menarik dan mengambil jarak dari dirinya sendiri kemudian menatapnya dari kejauhan., lantas mereka mengatakan dan merumuskan dirinya sendiri seraya memunculkan nama-nama untuk memberi tanda bagi bagian-bagian hidupnya. Maka muncullah istllah: ini seni, ini sosial, ini hukum dan lain seterusnya. Dalam keberagaman yang total sudah tak terasa lagi apakah ini agama atau seni. Yang menjadi masalah dan tentunya adalah apakah sesuatu itu benar atau tidak? Apakah sesuatu itu semakin mendekatkan kita kepada Allah dan Rasul-Nya atau tidak?
Sholawat: Merintis Perlawanan Terhadap Dajjalisme
Kita tentu pemah mendengar nama Dajjal. Dajjal itu salah satu pekerjaannya adalah membelah dunia dan kehidupan manusia menjadi dua kutub. Dua kutub inilah yang menjadi poros dan titik tolak dari cara pandang dan cara tindak banyak orang. Ada Timur ada Barat. Ada Utara ada Selatan. Ada atas ada bawah. Ada pusat ada pinggiran. Dan seterusnya. Kutub-kutub ini sangat rentan untuk membenihkan bibit-bibit perlawanan antar penghuni kutub, membenihkan bibit-bibit kerusakan di antara mereka. Dajjal adalah pelaku utama yang memberikan dan menentukan apa muatan yang musti dikandung bibit-bibit itu. Pengkutuban ini berlaku di berbagai bidang kehidupan manusia, mulai dari ekonomi, sosial, budaya, politik, dan seni. Dalam kesenian misalnya pengkutuban tersebut bisa terlihat dari adanya mekanisme produsen konsumen, pedagang-pembeli, penonton-yang ditonton.
Dalam acara-acara Sholawat kita mencoba untuk tidak memakai cara berpikir seperti pertunjukkan dengan menghancurkan batas antara keduanya. Tak ada penonton, tak ada pementasan. Yang ada adalah kebersamaan, saling mensubyeki acara Sholawat. Artinya, kita semua adalah satu himpunan, satu keluarga. Tidak sebagaimana dalam pertunjukkan modern itu. Itulah beda antara acara Sholawatan (yang bersama-sama) dengan dunia seni modern.
Sholawat: Fungsi Secara Biologis dan Medis
Orang lain boleh percaya atau tidak tentang satu hal ini. Bahwa Sholawat itu mempunyai fungsi biologis dan medis. Dengan membaca dan menikmati Sholawat, kita apalagi dengan berjamaah, kita akan memperoleh regangan-regangan otot dan pencerahan-pencerahan urat syaraf serta pembersihan sel-sel otak. Kita mencoba merasakan dan membuktikan hal itu. Sama dengan kalau kita bersujud. Kita meletakkan kening kita di tanah. Debu-debu tanah yang menyentuh dan mengenai dahi kita itu akan membersihkan kotoran-kotoran elektronik di dalam otak kita. Sehingga semakin rajin kita bersujud akan semakin jemih pikiran dan otak kita. Kecuali jika kita merusaknya lagi. Di sini letak pentingnya ilmu. Banyak orang bersembayang tetapi tetap saja rusak dan tidak menghasilkan munculan-munculan yang bermanfaat di masyarakat. Apa pasalnya? Soalnya mereka bersembahyang tanpa dilandasi dan dilengkapi dengan ilmu – dalam pengertian yang lebih luas dari fiqih. Mereka hanya menjalani dan mengalami rahmat shalat tapi tidak mengilmui-nya sehingga yang lahir bukannya barokah melainkan ketidakmanfaatan dan ketidak-kaffahan dalam menempuh hidup. Itulah sebabnya di samping melakukan dan menikmati (rahmat) Sholawat, kita juga mengembarai cakrawala ilmu Sholawat yang amat luas, mulai dari yang sederhana sampai yang menyangkut hal-hal medis dari Sholawat yang orang lain belum tentu menyetujuinya, agar bukan hanya rahmat yang kita punya, tapi juga barokah – sebagaimana tulisan ini diniatkan dan tujukan.

Manfaat dan Keajaiban Membaca Shalawat

  1. Membaca shalawat sebagai bentuk realisasi ketaatan kepada perintah Allah Ta’ala.
  2. Mencontoh Allah dalam membaca shalawat.
  3. mencontoh para malaikat-Nya.
  4. Mendapat balasan sepuluh rahmah dari Allah setiap membaca sekali shalawat.
  5. Diangkat sepuluh derajat karena membaca sekali shalawat.
  6. Ditulis sepuluh kebaikan bagi yang membaca sekali shalawat.
  7. Dihapus sepuluh keburukan bagi yang membaca sekali shalawat.
  8. Menjadi sebab utama dikabulkan doa.
  9. Menjadi sebab meraih syafaat Nabi.
  10. Mendapat pengampunan dari Allah.
  11. Allah akan mencukupi hidupnya dari berbagai macam keluh kesah.
  12. Sebagai sebab dekatnya seorang hamba dengan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam nanti pada hari kiamat.
  13. Shalawat bisa mengganti dan menduduki ibadah shadaqoh.
  14. Menjadi sebab terpenuhi berbagai macam hajat kebutuhan.
  15. Meraih shalawatnya Allah dan shalawatnya para malaikat atasnya.
  16. Menjadi sebab seseorang meraih kesucian dan kemuliaan.
  17. Orang yang gemar membaca shalawat akan mendapat kabar gembira sebelum matinya.
  18. Akan meraih keamanan dan keselamatan dari rintangan hari kiamat.
  19. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan menjawab shalawat dan salam kepada orang-orang yang membaca shalawat dan salam kepadanya.
  20. Bisa membantu seorang hamba mengingatkan sesuatu yang terlupa.
  21. Menjadi sebab berkahnya suatu majlis agar tidak kembali pulang dalam keadaan merugi dan cacat.
  22. Membaca shalawat mampu mengusir dan melenyapkan kemiskinan.
  23. Membaca shalawat mampu menghilangkan penyakit bakhil dari seorang hamba.
  24. Menjadi selamatnya seorang hamba dari doanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam yang buruk, karena beliau mendoakan celaka bagi yang mendengar nama disebut tidak membaca shalawat.
  25. Membaca shalawat menjadi jalan menuju sorga.
  26. Selamat dari busuknya majlis karena membaca shalawat.
  27. Membaca shalawat menjadi penyempurna bagi pembicaraan pada saat berkhutbah.
  28. Menjadi sebab sempurnanya cahaya seorang hamba pada saat meniti titian.
  29. Membaca shalawat akan mengeluarkan seseorang dari sifat kasar dan keras kepala.
  30. Menjadi sebab langgengnya pujian Allah atasnya.
  31. Mendatangkan keberkahan kepada orang yang membaca shalawat.
  32. Orang yang membaca shalawat akan meraih rahmat dari Allah.
  33. Sebagai bukti cinta Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam secara abadi.
  34. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam akan selalu mencintai orang yang membaca shalawat.
  35. Menjadi sebab seorang hamba meraih hidayah.
  36. Nama orang yang membaca shalawat akan disampaikan kepada Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam
  37. Menjadi sebab teguhnya kaki pada saat meniti titian.
  38. Dengan membaca shalawat berarti seseorang telah menunaikan haknya Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam atasnya.
  39. Mengandung dzikir dan syukur kepada Allah.
  40. Shalawat adalah doa karena dengan membaca shalawat berarti telah memuji khalilullah dan kekasih-Nya. Dengan itu berarti telah mendoakan baik untuknya.
 (Di salin dari kitab yang ditulis Abu Muhammad Abdul Haq al-Hasyimi)
Sumber: Artikel Buka Hati Menuntut Ilmu

Jumat, 07 November 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 14

"BANG IID DAN BIANCA BAIKAN LAGI? "
Melihat kelakuan Bianca, Dara dan Rasti tentu saja membuat Putri dan tiga sahabatnya itu bertambah kesal.Elissa kemudian memberikan satu saran yang jitu kepada mereka. Pada saat Bianca akan datang ke tempat latihan rebana, mereka akan membiarkan Putri berbicara berdua saja dengan Bianca. Namun dilapangan ternyata Bianca menolak, apalagi dua dayang-dayangnya, Dara dan Rasti. Mereka bahkan akhirnya ribut karena tetap tidak membiarkan Bianca ngobrol berdua dengan Putri. Ternyata saat itu kepala sekolah tiba-tiba masuk, eehhh… si Bianca malah tiba-tiba menangis dan memfitnah Putri dan teman-temannya bahwa mereka melarang Bianca latihan. Mereka pun akhirnya dipaksa kepala sekolah untuk meminta maaf kepada Bianca, Dara dan Rasti.
Melihat hal ini, akhirnya Linda, Icha dan Ana sepakat untuk membuat gerakan anti Bianca dengan mengoptimalkan sosial media facebook dan twitter. Sementara itu Bang Hamka punya cara jitu agar si Bianca mau mengaku atas semua fitnah yang dilakukannya, salah satunya ya itu tadi, dengan mendekatkan lagi antara Bang Iid dan Bianca, bahkan Bang Hamka kirim sms romantis ke Bianca sehingga Bianca jadi tersipu-sipu sendiri. Apalagi saat pulang sekolah Bang Iid menjemput Bianca bersama Bang Hamka.
Jika tidak ada Dara dan Rasti, mungkin Bianca sudah mengejar Bang Iid. Pada saat akan pulang, ehh.. pacarnya si Linda nelpon, sempat keceplosan lagi di depan Putri yang membuat Putri curiga. Karena Linda mau ketempat yang berbeda, akhirnya Linda nebeng motor Bang Hamka. Tapi Si Linda senang tuh, katanya auranya lagi bagus-bagusnya :D

Rabu, 05 November 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 12


" Bang Iid Meninggalkan Bianca. Bunda berniat melamar kembali Arum untuk bang Vincent."

Bunda Putri hendak menelpon ibunda Arum, namun sayangnya ibunda Arum sedang tidak berada di rumah. Lalu Bunda Putri pun meninggalkan pesan kepada asisten rumah tangga ibunda Arum bahwa dirinya dan anaknya Vincent besok akan datang kesana untuk melamar Arum. Abang Vincent dan adik-adiknya senang akan rencana lamaran abang vincent ini. Bunda mendoakan agar besok niat baik mereka dilancarkan. Putri dan abang-abangnya segera mengaminkan doa bunda ini. Disaat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba handphone bang Iid berbunyi, ternyata dari om Piet. Bang Iid pun meminta izin kepada bunda untuk mengangkat telepon.
Bang Iid pun mengangkat telepon dari ayah Bianca tersebut. Ayah Bianca pun menanyakan keadaan Bianca kepada Bang Iid, namun bang Iid mengatakan bahwa saat ini ia berada di rumah dan sedang tidak bersama dengan Bianca. Mendengar hal ini Om Piet menjadi kecewa, lalu kembali mengatakan bahwa bang Iid adalah pria yang plin plan dan tidak memegang omongan sebagai seorang lelaki. Ayah Bianca ini pun kembali mengungkit-ungkit fasilitas yang telah ia berikan kepada bang Iid untuk mengantar jemput Bianca. Dengan sopan bang Iid berusaha menjelaskan bahwa bagaimanapun ia masih memiliki bunda dan rumah tempat ia kembali. Namun sayangnya ayah Bianca tidak mau menerima alasan dari bang Iid. Om Piet pun mengancam bang Iid untuk bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Bianca. Mendengar hal ini bang Iid pun menjadi kesal dan ia merasa heran kenapa Bianca selalu membuat masalah untuk dirinya. Dengan meminta izin kepada bunda, bang Iid pun berniat untuk mencari Bianca.
Bang Iid pun mencari Bianca, namun sayangnya ia tidak tahu kemana ia harus mencari Bianca. Tiba-tiba ia teringat bahwa Rasti dan Dara sangat dekat dengan Bianca dan mereka juga pasti selalu update status kemanapun mereka berada. Benar saja Bang Iid dapat segera mengetahui keberadaan mereka setelah melihat status mereka. Bang Iid pun langsung menuju sebuah kafe yang berada di Kemang.
Setelah sampai di kafe, bang Iid pun langsung bisa menemukan Bianca, Rasti, dan Dara. Alangkah terkejutnya bang Iid saat Bianca menghina ibunya sebagai seorang wanita yang sok Islami dan berpura-pura sakit agar bang Iid tidak menginap dirumahnya. Bianca yang belum menyadari kehadiran bang Iid masih terus saja menghina bang Iid dengan mengatakan bahwa ia selalu dipaksa bang Iid untuk selalu shalat, mengaji, dan mendengarkan ceramah. Mereka itu pacaran atau pesantren kilat cetus Bianca. Resti dan Dara mencoba memberi kode pada Bianca bahwa ada bang Iid dibelakang Bianca, namun bukannya menanggapi respon mereka Bianca malah heran akan sikap teman-temannya ini. Bianca pun mengajak mereka untuk mencari cowok baru untuk dipamerkan ke teman-teman yang lain.
Dasar teman yang tidak setia, dalam keadaan ini Resti masih sempat-sempatnya berniat untuk mengerjai Bianca agar bang Iid putus dari Bianca dan ia pun mendapat kesempatan untuk menjadi pacarnya bang Iid. Rasti pun memanas-manasi Bianca kenapa dirinya tidak memamerkan bang Iid kepada teman-temannya. Bianca pun menjawab dengan ketus bahwa tidak ada yang bisa dipamerin dari seorang bang Iid, ganteng nggak, gaul juga nggak, bahkan diantara semua mantannya bang Iid lah yang paling kampungan. Lalu terbongkarlah rahasia Bianca bahwa tujuannya mendekati bang Iid selama ini adalah untuk membuat Putri keok dan ia pun mengatakan bahwa ia akan melakukan apa adanya yang bisa membuat Putri bertekuk lutut dihadapannya.
Mendengar hal ini, bang Iid pun langsung menghampiri Bianca. Bang Iid pun mengatakan bahwa ia kecewa kepada Bianca karena alasan Bianca mendekati dirinya hanya untuk balas dendam kepada adiknya, Putri. Bang Iid lega akhirnya bisa mengetahui siapa Bianca yang sebenarnya. Melihat bang Iid berada disana Bianca kaget setengah mati apalagi bang Iid telah mendengar semua pembicaraannya. Bianca pun pura-pura tidak bersalah. Ia pun meminta dukungan dari teman-temannya. Namun memang teman yang tidak setia, bukannya membela Bianca, Rasti malah memojokkan Bianca di hadapan bang Iid.
Bang Iid akhirnya menyadari bahwa selama ini dirinya hanya dimanfaatkan oleh Bianca. Bang Iid pun berniat mengakhiri hubungannya dengan Bianca dan menyuruh Bianca untuk menjalani kehidupannya sesuai yang ia mau. Bianca yang tidak ingin bang Iid marah berusaha untuk mengejar dan memberikan penjelasan kepada bang Iid. Namun bang Iid tidak mau mendengarkan penjelasan Bianca. Bang Iid langsung menelpon ayah Bianca dan mengatakan bahwa dirinya telah menemukan Bianca dan meminta ayah Bianca untuk menjemput Bianca disini. Ayah Bianca tidak mau tahu dan bang Iid harus segera mengantar Bianca kerumah. Akhirnya bang Iid menceritakan mengapa ia kecewa kepada Bianca. Ayah Bianca terus berusaha mempengaruhi bang Iid agar bang Iid bertanggung jawab terhadap hidupnya Bianca. Namun Bang Iid tetap berniat agar menjauhkan diri dari Bianca dan ia mengatakan bahwa hidup Bianca bukanlah tanggung jawabnya melainkan tanggung jawab Om Piet sendiri selaku ayah Bianca.
Bianca masih terus ingin mengikat bang Iid berteriak histeris meminta maaf sehingga bang Iid dibuat malu atas ulah Bianca ini. Untuk mencegah tindakan Bianca ini, bang Iid setuju untuk berbicara dengan Bianca di dalam mobil. Di dalam mobil Bianca masih berteriak histeris meminta maaf kepada bang Iid. Lalu Bianca memutuskan tasbih pemberian bang Iid. Melihat hal ini bang Iid kembali mencoba menasehati Bianca. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya hati Bianca itu putih dan bersih namun sayangnya selalu Bianca kotori karena ketidakpuasannya mendapatkan hal yang lebih dan lebih.
Ayah Bianca pun datang menjemput Bianca. Bang Iid pun keluar dari mobil dan mengatakan pada Ayah Bianca jika Allah telah menunjukkan kebenaran padanya. Dan bersama Bianca adalalh suatu kesalahan. Ayah Bianca pun mencoba membujuk putrinya yang masih saja menangis histeris untuk pulang ke rumah. Rista pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia pun berniat menyebar foto-foto Bianca yang sedang histeris saat dibawa ayahnya pulang.
Bang Vincent meminta bunda dan Putri untuk menemaninya membelikan hadiah untuk Arum. Bang Vincent pun menjatuhkan pilihannya kepada sebuah tasbih sebagai tanda cintanya kepada Arum. Putri dan bunda pun setuju dengan pilihan bang Vincent. Lalu sejenak bang Vincent melamunkan Arum sampai-sampai ia salah memanggil Putri dengan sebutan Arum. Melihat abangnya sedang dimabuk cinta, Putri dan bunda pun tertawa menggoda bang Vincent.

"Bang Iid yang Galau, Akankah kembali kepada Bianca?"


Sewaktu menemani bang Vincent mencarikan kado untuk Arum, Putri tidak sengaja melihat facebook Dara yang menggunggah foto-foto Bianca saat dibawa pulang ayahnya. Putri pun sangat terkejut dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya tengah terjadi.

Melihat putri kesayangannya terus menangis, membuat Om Piet bingung apa yang harus diperbuatnya. Apakah ia harus datang menemui Iid di rumahnya untuk memintanya kembali kepada anaknya. Namun jika dirinya melakukan hal itu sama saja dengan menurunkan harga dirinya dan Iid akan menjadi besar kepala nantinya.

Bunda, Putri, dan bang Vincent telah sampai di rumah. Tak lama kemudian bang Iid pun sampai di rumah dan langsung bersujud dihadapan sang bunda. Melihat hal ini Bunda, Putri, dan bang Vincent menjadi bingung. Lalu bang Iid menangis di pangkuan sang bunda. Bang Iid mengatakan bahwa ia telah mengurungkan niatnya berjihad untuk merubah Bianca karena dirinya baru sadar bahwa selama ini Bianca tidak pernah menghargai dirinya. Bang Vincent kembali mencoba meyakinkan bang Iid apakah ia telah benar-benar ingin meninggalkan Bianca atau ini hanya emosi sesaat bang Iid. Bang Iid meyakinkan Bang Vincent dan bunda bahwa dia ingin mengubah cintanya selama ini kepada seorang perempuan menjadi cintanya kepada Allah dan keluarga saja. Mendengar hal ini Bunda, bang Vincent, dan Putri merasa lega. Bang Vincent pun menasehati bang Iid agar ia dapat mengambil hikmah dari setiap permasalahan yang pernah ia hadapi serta tetap beristiqomah menegakkan kaidah Agama Islam.

Lalu mereka dikejutkan dengan ketukan pintu. Ternyata Ayah Bianca yang datang untuk menemui Bang Iid. Bang Vincent pun turun tangan untuk menemui Ayah Bianca terlebih dahulu. Melihat bukan bang Iid yang keluar, ayah Bianca memaksa masuk ke dalam rumah untuk bertemu langsung dengan bang Iid karena menurutnya ia tidak ada urusan dengan bang Vincent. Sebelum ayah Bianca bisa masuk ke dalam rumah, bang Vincent segera menghalanginya. Bang Vincent mengatakan bahwa mereka telah tahu semua dan meminta ayah Bianca untuk menghormati keputusan bang Iid. Namun lagi-lagi ayah Bianca tidak mau mengerti. Ia terus saja memojokkan bang Vincent dan keluarga dengan mengatakan bahwa keluarga bang Vincent adalah keluarga yang tidak memiliki hati dan senang diatas penderitaan anaknya. Ayah Bianca mengatakan bahwa ia tidak percaya semua ini jika ia tidak mendengarnya sendiri dari mulut bang Iid.
Bang Vincent pun masuk ke dalam rumah memanggil bang Iid. Bang Vincent mengatakan bahwa ayah Bianca ingin bertemu. Sebelum bang Iid mengambil keputusan, Bunda dan bang Vincent meminta bang Iid untuk memikirkan kembali keputusan yang ia ambil. Bang Iid pun pergi keluar menemui ayah Bianca dengan membaca basmallah.

Sewaktu bertemu ayah Bianca, bang Iid mengutarakan keputusan yang telah ia ambil yaitu meninggalkan Bianca. Namun sayangnya ayah Binca terus saja merayu bang Iid untuk kembali pada anaknya karena menurutnya saat ini anaknya sangat membutuhkan bang Iid.

D rumah Bianca, Rasti dan Dara mencoba menghibur Bianca yang sedang sedih. Rasti dan Dara berpendapat bahwa harusnya Bianca tidak sedih karena toh kenyataannya Bianca tidak benar-benar menyukai bang Iid dan hal ini bisa dijadikan oleh Bianca untuk menaikkan popularitasnya. Namun Bianca malah mengatakan bahwa saat ini ia hanya ingin ada bang Iid disampingnya karena ia sangat menyukai bang Iid. Bianca pun marah kepada kedua temannya ini karena saat tadi siang di cafe mereka tidak memberitahu bahwa bang Iid tepat berada di belakangnya sehingga dirinya pun keceplosan mengatakan semua hal yang membuat bang Iid sakit hati.

Bianca menemui ayahnya yang baru pulang. Betapa kecewanya Bianca saat mengetahui ayahnya tak berhasil membawa pulang bang Iid. Ia pun kembali menangis dihadapan sang ayah. Ayah Bianca pusing melihat tingkah anak semata wayangnya ini. Ia pun meminta Bianca untuk berhenti menangis dan segera melupakan bang Iid. Selain itu ayah Bianca mengatakan bahwa Bianca tidak boleh menjadi wanita murahan dengan mengemis-ngemis cinta seorang lelaki. Mendengar ayahnya mengatakan dia sebagai wanita murahan membuat Bianca semakin sedih, ia pun meninggalkan ayahnya kembali ke kamar. Ayah Bianca pun menekan Rasti dan Dara agar mereka berdua mengajarkan Bianca agar menjadi wanita yang bermartabat bukan sebagai wanita murahan yang mengharapkan cinta seorang lelaki.
Rasti dan Dara kembali mencoba menenangkan Bianca. Mereka menyarankan kepada Bianca agar kedepannya mereka mencari cara agar bang Iid segera kembali kepada Bianca dan membuat Putri semakin keok.

Putri tahu bahwa sekarang abang Iid sedang galau. Ia pun mencoba untuk menenangkan bang Iid. Kemudian putri pun menanyakan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Putri juga menanyakan mengenai foto-foto yang diunggah Dara di facebook. Bang Iid pun menceritakan apa yang telah terjadi dan ia pun berterima kasih kepada Putri bahwa selama ini Putri telah mengingatkan dirinya yang telah berbuat salah.

Ibunda Arum telah menerima pesan dari asistennya bahwa besok bang Vincent dan keluarga akan datang melamar anaknya, Arum. Ibunda Arum pun menelpon bunda Putri. Dengan sinyal yang terputus-putus akhirnya mereka membuat kesepakatan bahwa mereka akan bertemu esok hari ba’da Zuhur. Mereka pun sepakat untuk mendoakan yang terbaik buat anak-anak mereka. Mengetahui bahwa niat mereka untuk kembali melamar Arum diterima oleh orang tua Arum membuat bang Vincent sangat bahagia. Ia pun segera menyiapkan keperluan yang akan ia bawa untuk ke rumah Arum besok.

Di dalam perjalanan menuju salah satu stasiun radio yang terkenal, Rasti dan Dara kembali membujuk Bianca untuk mengatakan bahwa dirinyalah yang menjadi korban. Dengan begitu menurut mereka kepopuleran Bianca sebagai The Best Inspired Girl 2014 akan semakin naik dan hal ini bisa membuat Putri semakin keok.

Disaat Bunda dan adik-adiknya telah siap untuk pergi ke rumah Arum, Bang Vincent belum kelihatan. Namun alangkah terkejutnya mereka melihat abang tertua mereka berdandan sangat tampan. Melihat hal ini Bang Vincent pun menjadi bahan ledekan bang Harap dan bang Hamka. Bang Vincent hanya tersipu malu. Tidak membuang waktu lagi, mereka pun pergi ke rumah Arum untuk melamar gadis cantik tersebut.

Di rumahnya, Arum masih ragu apakah ia harus menerima lamaran bang Vincent atau menolaknya menginggat peristiwa kemarin-kemarin dimana bang Vincent telah mengurungkan niatnya karena kaki Arum yang cacat. Melihat keraguan di dalam diri anaknya, Ibunda Arum mencoba untuk menenangkan anaknya dan meyakinkan Arum bahwa laki-laki yang datang melamarnya ini adalah seorang lelaki yang sholeh.

JILBAB IN LOVE Episode. 11


Setelah mendapatkan seragam dari Elissa. Tentu saja Icha, Ana dan Linda menjadi semakin benci kepada Elissa. Mereka bertanya mengapa bukan Putri yang mengembalikan baju tersebut ke butik dan malah menyuruh Elissa?

Elissa menjawab hal itu karena Bundanya si Putri sakit dan Putri harus menemani Bundanya. Tiba-tiba Izam datang dan memberitahukan bahwa grup rebana rohis mereka dipanggil oleh Kepala Sekolah. Ternyata pemanggilan kepala sekolah ini terkait dengan Bianca. Kepala Sekolah mengharapkan agar Bianca diterima dalam grup rebana rohis mereka, tujuannya adalah agar pamor rebana rohis bisa semakin dikenal dan bisa jadi menang dan jadi juara, mengingat status Bianca saat ini yang sangat dikenal oleh ngetop di sekolah-sekolah lain.

Siapa lagi yang paling tidak setuju dengan Bianca selain Icha, Ana dan Linda. Mereka protes, dan jika Bianca sampai jadi masuk ke dalam tim rebana, mereka bakal keluar dari Rohis. Tapi Putri berhasil menenangkan mereka, jika mereka sampai keluar dari Rohis, berarti tujuannya si Bianca tercapai, apakah mereka bertiga mau Bianca merusak perjuangan mereka selama ini? Perkataan yang diucapkan oleh Putri itu akhirnya mampu meluluhkan hati mereka dan mereka bertiga pun siap bertahan di tim rebana walaupun ada Bianca di sana.

Bianca bergabung dengan tim rebana, dan sudah tentu, hal pertama yang dilihat adalah perdebatan antara Bianca dan Elissa, karena mereka berdua ini memang tidak akur lagi, apalagi melihat gaya tarian yang ditunjukkan Bianca, malah membuat anggota yang lain ketawa-ketawa sendiri.

Sore itu ternyata Bianca diajak datang ke parti alias pesta seorang temannya bersama Dara dan Rasti. Bianca ingin sekali ikut, tapi bingung bagaimana mencari alasan kepada Bang Iid. Untunglah ternyata Bang Iid ingin menemui Bundanya. Bianca memanfaatkan saat ini untuk mengembalikan sementara Bang Iid ke rumah Bundanya sementara Bianca tetap bisa ikut Party.

Di rumah Bang Iid akhirnya meminta maaf kepada Bunda dan mengatakan bahwa ia secepatnya akan meninggalkan Bianca, tapi hal ini ditolak oleh Bunda dan meminta Bang Iid bertahan karena apa yang dilakukan oleh Bang Iid sekarang adalah jihad karena kondisi, bukan keinginan. Suasanapun mencair, Bang Iid sudah meminta maaf dan Bunda pun sudah memaafkan Bang Iid, mereka pun makan bersama.
Dan…. saat itu Bang Vincent mengatakan kepada Bunda bahwa Bang Vincent ingin secepatnya melamarr….. Ibu Arum ^_^

Senin, 03 November 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 10


"LINDA DITEMBAK COWOK"

Ternyata Bianca dipinta oleh Bang Iid untuk memakai kerudung, sudah tentu Bianca menolak, tapi akhirnya Bianca mau memakai kerudung dan tentu saja, Bianca langsung menyebarkan fotonya yang memakai kerudung itu ke instagram. Foto Bianca yang memakai kerudung ini langsung dikomentari kedua temannya Rasti dan Dara. Apa yang dilakukan oleh Bianca itu ternyata mendapatkan acungan jempol dari kedua temannya ini karena hal ini menunjukkan ke teman-teman Bianca di sekolah bahwa Bianca telah menjadi orang yang sangat alim dan religius.
Ceramah agama yang dihadiri oleh Bang Iid dan Bianca ternyata mengenai birrul walidain, yaitu mengenai kasih sayang terhadap orang tua, mendengar ceramah ini, akhirnya Iid tergerak untuk kembali ke rumah dan meminta maaf kepada Bunda.
Sementara itu, Linda mendapatkan sms dari Arif yang mengajak Linda untuk ketemuan di sebuah mall, sekedar untuk makan bersama. Ternyata Arif itu mengajak ketemuan untuk membicarakan sesuatu, dan tidak lain dan tidak bukan untuk mengajak Linda pacaran. Tentu saja Linda terkejut bukan main, ia tidak menyangka jika siang itu dia diajak jadian oleh cowok yang baru dikenalnya. Masih di dalam mall itu juga, Icha dan Ana melihat Putri dan teman-temannya jalan bersama Elisa. Hal ini malah justru membuat Icha dan Ana menjadi semakin kesal dan marah kepada Putri.

"ULAH BIANCA NGESELIN BANGET"

biodata jilbab in love (31)
Di rumah, Putri masih menemani Bundanya yang sendirian, saat sedang berbincang-bincang dengan sang bunda, tiba-tiba Bang Iid menelpon. Putri langsung keluar dan menjawab telpon Bang Iid, Bang Iid mengatakan bahwa Bang Iid memang salah dan ingin minta maaf kepada Bunda, dan malam nanti Bang Iid akan pulang ke rumah. Perbincangan antara Bang Iid dan Putri ini ternyata didengar oleh Bunda dan Bunda pun sangat gembira mendengar kabar ini.
Di rumahnya Bianca, ternyata Bianca tidak mau Bang Iid pulang ke rumah, alasannya adalah, siang tadi Bianca sudah menuruti kemauan Bang Iid, berarti saat ini gantian Bang Iid dong yang harus menuruti kemauannya si Bianca. Tapi Bang Iid ngotot mau pulang. Bianca yang kesal akhirnya diam-diam masuk ke dalam kamar dan mencelupkan handphone Bang Iid ke dalam gelas air, akibatnya handphone Bang Iid rusak.
Bianca kemudian memaksa Bang Iid untuk mengajari dirinya mengaji, Bang Iid yang masih menunggu telpon dari Putri akhirnya menuruti kemauannya Bianca. Betapa terkejutnya Bang Iid setelah tahu bahwa ternyata handphonenya rusak sehingga tidak dapat menerima panggilan telpon dari siapapun. Ehh.. Bianca pake ngintip-ngintip Bang Iid, akhirnya malah terpeleset deh.. syukurinn… heheh

"BANG VINCENT DAN IBU ARUM"

Bang Vincent yang memberikan sebuah handphone kepada Ibu Arum ternyata mencatat nomer telpon Ibu Arum. Betapa senangnya Bang Vincent saat tahu jika saat ini dia bisa menelpon Ibu Arum kapan saja. Namun Ibu Arum malah marah dan tersinggung karena ditelpon oleh Bang Vincent, karena nomer yang dipakainya itu masih baru dan belum diketahui siapapun. Bu Arum yang marah akhirnya mengembalikan handphone itu kepada Bang Vincent. Duh.. Bang Vincent jadi galau lagi dehhh :D

JILBAB IN LOVE Episode. 9


"DIMUSUHI OLEH ICHA, ANA DAN LINDA"

Icha, Ana dan Linda kemudian pergi berbelanja busana untuk kostum tim rebana mereka. Di pusat perbelanjaan itu ada cerita lucu tentang Linda. Tanpa disengaja, saat mereka sedang berbelanja, ada seorang cowok yang mendekati Linda, Linda sebenarnya tidak kenal siapa cowok ini. Tapi cowok ini terus mendekatinya dan jadinya Linda semakin salah tingkah. Ternyata cowok itu adalah teman Linda pada saat SMP dulu dan cowok ini masih ingat dengan Linda.
Linda pun menjawab salam dari cowok itu, bahkan cowok ini mengatakan bahwa Linda lebih cantik saat pakai jilbab! Linda terkejut setengah mati mendengar perkataan itu, bahkan Icha dan Ana pun segera menemui Linda yang sedang tersipu malu. Nah, rupanya Icha memilihkan mereka busana yang aneh karena menonjolkan lekuk tubuh. Sebenarnya Ana dan Linda juga kurang sreg tapi karena Icha terus memaksa, akhirnya mereka putuskan untuk membeli kostum tersebut.
Esok paginya di sekolah, lagi-lagi Putri harus melihat Bianca dan abangnya bergandengan tangan! Putri marah dengan abangnya, tapi Putri tidak mau terlihat sebagai orang yang lemah di depan Bianca, ia pun meninggalkan abangnya.
Pada saat jam istirahat, Icha menunjukkan busana yang mereka beli, betapa terkejutnya Putri dan teman satu rebana yang lain saat melihat busana yang mereka beli. Putri dan beberapa teman yang lain dengan halus menolak memakai busana itu. Icha, Ana dan Linda yang kesal dengan penolakan itu akhirnya meminta Putri untuk mengembalikan pakaian yang mereka beli ke butik. Untunglah, disaat seperti ini, ada Elissa yang bersedia membantu. Elissa mengatakan bahwa ia akan menemani Putri mengembalikan dan memilihkan busana buat kostum rebana mereka.
Pada saat akan berangkat, Putri baru tahu jika orang yang memberi kue dan pakaian mereka tempo hari itu adalah Elissa. Elissa mengatakan bahwa kue dan pakaian yang ia beli ternyata sangat disukai oleh para kru sinetronnya dan untuk itu Elissa berterima kasih kepada Putri. Mendengar jawaban itu, barulah Putri tahu jika sebenarnya Elissa adalah orang yang baik.

"BANG IID YANG KERAS KEPALA"

sinopsis jilbab in love episode 9 (26)
Setelah pada Jilbab In Love episode 8 kita melihat bagaimana sedihnya Putri ditinggal oleh tiga sahabatnya, di episode ini giliran Bang Iid yang benar-benar meninggalkan keluarga Putri.Bang Iid yang menjemput Bianca rupanya ingin mengajak Bianca ke rumah Bundanya Putri, tujuannya adalah untuk meminta Bianca meminta maaf kepada Bunda. Sesampainya di rumah, Bunda hanya meminta Iid untuk tidak lagi bersama Putri lagi, baik itu berpacaran bahkan sampai tinggal di dalam rumah. Bunda meminta Bang Iid untuk segera melepaskan hubungannya dengan Bianca atau mereka sebaiknya menikah. Tak lama Putri pun pulang dan mendengar sendiri dari mulut Bang Iid jika Bang Iid lebih memilih bersama Bianca dibandingkan bersama Bunda dan syariat Islam. Bunda pun pergi meninggalkan mereka. Bianca akhirnya mengajak Bang Iid untuk segera pergi meninggalkan rumah Bunda.
Bunda yang tidak tahan melihat kelakuan Bang Iid ini akhirnya jatuh sakit, untunglah Bang Vincent adalah seorang dokter sehingga Bang Vincent sendiri yang mengobati Bunda. Bang Vincent kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah Bianca untuk menjemput Bang Iid bersama adik-adiknya.
 Sesampainya di rumah Bianca ternyata mereka mendapatkan sambutan yang kurang mengenakkan dari Papa Bianca, bahkan mereka dianggap sebagai orang yang tidak bermoral sama sekali. Mempunyai agama yang kuat tapi tidak bermoral. Bang Vincent masih bisa menahan diri hingga akhirnya Bang Iid turun setelah mengajari Bianca cara sholat. Bang Vincent mengajak Bang Iid pulang tapi Bang Iid menolak, bahkan Bang Iid menegaskan bahwa dia akan tinggal di sana. Bang Vincent marah dan memukul Bang Iid. Papa Bianca yang tidak terima dengan pemukulan yang dilakukan oleh Bang Vincent akhirnya mengusir Bang Vincent dan adik-adiknya dari rumah Bianca.
Sementara itu, Ibu Arum masih harap-harap cemass menunggu jawaban Bang Vincent, tapi Ibu Arum sama sekali tidak tahu apa yang saat ini terjadi pada keluarga Bang Vincent.