Senin, 03 November 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 10


"LINDA DITEMBAK COWOK"

Ternyata Bianca dipinta oleh Bang Iid untuk memakai kerudung, sudah tentu Bianca menolak, tapi akhirnya Bianca mau memakai kerudung dan tentu saja, Bianca langsung menyebarkan fotonya yang memakai kerudung itu ke instagram. Foto Bianca yang memakai kerudung ini langsung dikomentari kedua temannya Rasti dan Dara. Apa yang dilakukan oleh Bianca itu ternyata mendapatkan acungan jempol dari kedua temannya ini karena hal ini menunjukkan ke teman-teman Bianca di sekolah bahwa Bianca telah menjadi orang yang sangat alim dan religius.
Ceramah agama yang dihadiri oleh Bang Iid dan Bianca ternyata mengenai birrul walidain, yaitu mengenai kasih sayang terhadap orang tua, mendengar ceramah ini, akhirnya Iid tergerak untuk kembali ke rumah dan meminta maaf kepada Bunda.
Sementara itu, Linda mendapatkan sms dari Arif yang mengajak Linda untuk ketemuan di sebuah mall, sekedar untuk makan bersama. Ternyata Arif itu mengajak ketemuan untuk membicarakan sesuatu, dan tidak lain dan tidak bukan untuk mengajak Linda pacaran. Tentu saja Linda terkejut bukan main, ia tidak menyangka jika siang itu dia diajak jadian oleh cowok yang baru dikenalnya. Masih di dalam mall itu juga, Icha dan Ana melihat Putri dan teman-temannya jalan bersama Elisa. Hal ini malah justru membuat Icha dan Ana menjadi semakin kesal dan marah kepada Putri.

"ULAH BIANCA NGESELIN BANGET"

biodata jilbab in love (31)
Di rumah, Putri masih menemani Bundanya yang sendirian, saat sedang berbincang-bincang dengan sang bunda, tiba-tiba Bang Iid menelpon. Putri langsung keluar dan menjawab telpon Bang Iid, Bang Iid mengatakan bahwa Bang Iid memang salah dan ingin minta maaf kepada Bunda, dan malam nanti Bang Iid akan pulang ke rumah. Perbincangan antara Bang Iid dan Putri ini ternyata didengar oleh Bunda dan Bunda pun sangat gembira mendengar kabar ini.
Di rumahnya Bianca, ternyata Bianca tidak mau Bang Iid pulang ke rumah, alasannya adalah, siang tadi Bianca sudah menuruti kemauan Bang Iid, berarti saat ini gantian Bang Iid dong yang harus menuruti kemauannya si Bianca. Tapi Bang Iid ngotot mau pulang. Bianca yang kesal akhirnya diam-diam masuk ke dalam kamar dan mencelupkan handphone Bang Iid ke dalam gelas air, akibatnya handphone Bang Iid rusak.
Bianca kemudian memaksa Bang Iid untuk mengajari dirinya mengaji, Bang Iid yang masih menunggu telpon dari Putri akhirnya menuruti kemauannya Bianca. Betapa terkejutnya Bang Iid setelah tahu bahwa ternyata handphonenya rusak sehingga tidak dapat menerima panggilan telpon dari siapapun. Ehh.. Bianca pake ngintip-ngintip Bang Iid, akhirnya malah terpeleset deh.. syukurinn… heheh

"BANG VINCENT DAN IBU ARUM"

Bang Vincent yang memberikan sebuah handphone kepada Ibu Arum ternyata mencatat nomer telpon Ibu Arum. Betapa senangnya Bang Vincent saat tahu jika saat ini dia bisa menelpon Ibu Arum kapan saja. Namun Ibu Arum malah marah dan tersinggung karena ditelpon oleh Bang Vincent, karena nomer yang dipakainya itu masih baru dan belum diketahui siapapun. Bu Arum yang marah akhirnya mengembalikan handphone itu kepada Bang Vincent. Duh.. Bang Vincent jadi galau lagi dehhh :D

JILBAB IN LOVE Episode. 9


"DIMUSUHI OLEH ICHA, ANA DAN LINDA"

Icha, Ana dan Linda kemudian pergi berbelanja busana untuk kostum tim rebana mereka. Di pusat perbelanjaan itu ada cerita lucu tentang Linda. Tanpa disengaja, saat mereka sedang berbelanja, ada seorang cowok yang mendekati Linda, Linda sebenarnya tidak kenal siapa cowok ini. Tapi cowok ini terus mendekatinya dan jadinya Linda semakin salah tingkah. Ternyata cowok itu adalah teman Linda pada saat SMP dulu dan cowok ini masih ingat dengan Linda.
Linda pun menjawab salam dari cowok itu, bahkan cowok ini mengatakan bahwa Linda lebih cantik saat pakai jilbab! Linda terkejut setengah mati mendengar perkataan itu, bahkan Icha dan Ana pun segera menemui Linda yang sedang tersipu malu. Nah, rupanya Icha memilihkan mereka busana yang aneh karena menonjolkan lekuk tubuh. Sebenarnya Ana dan Linda juga kurang sreg tapi karena Icha terus memaksa, akhirnya mereka putuskan untuk membeli kostum tersebut.
Esok paginya di sekolah, lagi-lagi Putri harus melihat Bianca dan abangnya bergandengan tangan! Putri marah dengan abangnya, tapi Putri tidak mau terlihat sebagai orang yang lemah di depan Bianca, ia pun meninggalkan abangnya.
Pada saat jam istirahat, Icha menunjukkan busana yang mereka beli, betapa terkejutnya Putri dan teman satu rebana yang lain saat melihat busana yang mereka beli. Putri dan beberapa teman yang lain dengan halus menolak memakai busana itu. Icha, Ana dan Linda yang kesal dengan penolakan itu akhirnya meminta Putri untuk mengembalikan pakaian yang mereka beli ke butik. Untunglah, disaat seperti ini, ada Elissa yang bersedia membantu. Elissa mengatakan bahwa ia akan menemani Putri mengembalikan dan memilihkan busana buat kostum rebana mereka.
Pada saat akan berangkat, Putri baru tahu jika orang yang memberi kue dan pakaian mereka tempo hari itu adalah Elissa. Elissa mengatakan bahwa kue dan pakaian yang ia beli ternyata sangat disukai oleh para kru sinetronnya dan untuk itu Elissa berterima kasih kepada Putri. Mendengar jawaban itu, barulah Putri tahu jika sebenarnya Elissa adalah orang yang baik.

"BANG IID YANG KERAS KEPALA"

sinopsis jilbab in love episode 9 (26)
Setelah pada Jilbab In Love episode 8 kita melihat bagaimana sedihnya Putri ditinggal oleh tiga sahabatnya, di episode ini giliran Bang Iid yang benar-benar meninggalkan keluarga Putri.Bang Iid yang menjemput Bianca rupanya ingin mengajak Bianca ke rumah Bundanya Putri, tujuannya adalah untuk meminta Bianca meminta maaf kepada Bunda. Sesampainya di rumah, Bunda hanya meminta Iid untuk tidak lagi bersama Putri lagi, baik itu berpacaran bahkan sampai tinggal di dalam rumah. Bunda meminta Bang Iid untuk segera melepaskan hubungannya dengan Bianca atau mereka sebaiknya menikah. Tak lama Putri pun pulang dan mendengar sendiri dari mulut Bang Iid jika Bang Iid lebih memilih bersama Bianca dibandingkan bersama Bunda dan syariat Islam. Bunda pun pergi meninggalkan mereka. Bianca akhirnya mengajak Bang Iid untuk segera pergi meninggalkan rumah Bunda.
Bunda yang tidak tahan melihat kelakuan Bang Iid ini akhirnya jatuh sakit, untunglah Bang Vincent adalah seorang dokter sehingga Bang Vincent sendiri yang mengobati Bunda. Bang Vincent kemudian memutuskan untuk pergi ke rumah Bianca untuk menjemput Bang Iid bersama adik-adiknya.
 Sesampainya di rumah Bianca ternyata mereka mendapatkan sambutan yang kurang mengenakkan dari Papa Bianca, bahkan mereka dianggap sebagai orang yang tidak bermoral sama sekali. Mempunyai agama yang kuat tapi tidak bermoral. Bang Vincent masih bisa menahan diri hingga akhirnya Bang Iid turun setelah mengajari Bianca cara sholat. Bang Vincent mengajak Bang Iid pulang tapi Bang Iid menolak, bahkan Bang Iid menegaskan bahwa dia akan tinggal di sana. Bang Vincent marah dan memukul Bang Iid. Papa Bianca yang tidak terima dengan pemukulan yang dilakukan oleh Bang Vincent akhirnya mengusir Bang Vincent dan adik-adiknya dari rumah Bianca.
Sementara itu, Ibu Arum masih harap-harap cemass menunggu jawaban Bang Vincent, tapi Ibu Arum sama sekali tidak tahu apa yang saat ini terjadi pada keluarga Bang Vincent.

JILBAB IN LOVE Episode. 8


"SAMBUTAN BUAT BIANCA"

Bunda kemudian menyuruh Bang Harap untuk menelpon Bang Iid, tapi Bang Iid kembali mengatakan bahwa saat ini dia tidak bisa kemana-mana karena ada tanggung jawab yang harus dia kerjakan. Papa Bianca yang kesal dengan ulah Bang Iid akhirnya menelpon Bunda. Papa Bianca meminta tolong agar Bang Iid diperbolehkan untuk tinggal di rumah Bianca sampai Bianca benar-benar sembuh, tapi Bunda dengan keras menolak hal tersebut karena hal itu sama sekali tidak diperbolehkan dalam agama. Karena kesal dengan perkataan  Bunda, Papa Bianca mematikan telpon tersebut secara sepihak.
Putri menceritakan masalah ini kepada teman-temannya, tetapi teman-temannya menyuruh agar Putri mampu bersikap, bersikap keras terhadap Bianca, dan termasuk juga pada Elisa yang dipersilahkan begitu saja masuk ke dalam kelompok mereka.  Putri dengan sabar menjawab bahwa ia tidak mau memutuskan pertemanan dengan Elisa, tapi perkataan ini malah membuat ketiga temannya marah dan mematikan telpon mereka.
Keesokan paginya Putri pergi ke rumah Bianca tetapi ternyata Bianca sudah duluan pergi ke sekolah, Putri pun pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah Putri bertemu dengan Icha, Ana dan Linda, tapi mereka malah cuekin Putri, mereka ingin agar Elisa hengkang dari grup rebana mereka, selain itu mereka tetap ingin agar Putri bersikap tegas dan keras terhadap Bianca.
Saat mereka sedang berdiskusi tiba-tiba datanglah sebuah mobil mewah, dan keluarlah Papa Bianca, Bianca, plus abang Iid dari dalam mobil itu!! Melihat Bianca yang ke sekolah, teman-teman satu sekolah langsung menyambut kedatangan Bianca.

"FITNAH BIANCA DERITA PUTRI"

Yang membuat sakit hati itu adalah saat Putri mendengar apa yang dikatakan oleh murid-murid yang lain yang menjelek-jelekkan Bang Iid karena telah menyakiti hati Bianca yang ternyata masih berani juga datang ke sekolah mereka. Tentu saja komentar yang didengar oleh Ana, Icha dan Linda membuat panas telinga mereka. Mereka sekali lagi meminta Putri turun melawan fitnah dan penindasan ini, tapi Putri hanya bisa terdiam dan bersabar.
Di dalam kelas Bianca mengadakan konferensi pers, dalam konferensi pers tersebut Bianca mengatakan bahwa Bang Iid itu sebenarnya orang yang sangat baik, hanya saja Putri dan Bundanya lah yang jahat karena memisahkan mereka. Bianca juga mengomentari Putri yang sok alim yang mengatakan yang baik, dan mengajak seseorang pake jilbab tapi ternyata hatinya jahat, masih mending Bianca, walaupun tidak berjilbab tapi yang penting berjilbab hatinya. Hal ini membuat Bianca mendapatkan pengikut-pengikut baru yang bahkan menjadi pembenci murid berjilbab, apalagi Putri. Ana, Icha dan Linda sangat marah saat mendengarkan hal ini dari luar kelas tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa karena Putri sendiri pun tidak melakukan perlawanan.
Sementara itu Elissa mengajari anak-anak menabuh rebana dan gerakan-gerakannya. Setelah itu Elissa memang agak sedikit menyuruh teman-temannya membeli sarung rebana dan lain-lainnya. Tentu saja mulut Elissa yang sok memberikan perintah ini membuat marah Ana, Icha dan Linda. Mereka berkata bahwa mereka sama sekali tidak pernah menunjuk Elissa sebagai ketua di kelompok mereka. Bahkan Ana benar benar berkata langsung bahwa dirinya tidak suka ada Elissa di kelompok rebana mereka.
Namun lagi-lagi Putri melerai keributan itu, Putri meminta agar ketiga temannya tidak memusuhi Elissa, tapi apa yang dikatakan oleh Putri ini benar-benar membuat ketiga temannya marah sampai ketitik puncaknya, mereka pun diam saja, apalagi setelah Elissa mengatakan mengajak taruhan 5 juta bahwa dia benar-benar serius mengikuti kelompok rebana mereka, padahal taruhan itu dilarang di dalam agama Islam. Keributan ini ditonton oleh Bianca dan gangnya dan mereka benar-benar senang melihat perpecahan pada kelompok Putri.
Saat pulang sekolah, Putri melihat Bang Iid menjemput Bianca, betapa sakit hatinya Putri saat melihat Bang Iid menjemput Bianca, padahal selama ini Putri lah yang selalu dijemput oleh Bang Iid. Bang Iid dan Bianca bahkan meninggalkan Putri sendirian.
Putri melihat Icha, Ana dan Linda, tapi ketiga temannya ini meninggalkan Putri, Putri mengejar mereka, tapi mereka meninggalkan Putri. Menerut mereka, mereka harus sekali-sekali memberikan pelajaran kepada Putri, kasian Putri :((

"Permintaan Maaf Ibu Arum"

Bang Vincent maupun Bu Arum sama-sama merasa bersalah terhadap sikap mereka. Mereka sama-sama ingin memperbaiki hubungan mereka. Karena masing-masing tidak mempunyai no telpon, akhirnya Ibu Arumlah yang berinisiatif meminta maaf kepada Bang Vincent walaupun hanya melalui secarik kertas, namun permintaan maaf ini benar-benar melegakan Bang Vincent, semoga Bang Vincent dan Ibu Arum bisa menikah ya…

JILBAB IN LOVE Episode. 6-7


Video dan Sinopsis Jilbab In Love Episode 6-7 Full

Mendengar Bunda yang marah seperti itu, Bang Iid akhirnya memutuskan pulang ke rumah. Walaupun Bianca berusaha menahan dan memegang lengan Bang Iid untuk tidak pulang tapi Bang Iid tidak bergeming, ia memutuskan untuk pulang. Perginya bang Iid ini dimanfaatkan oleh Rasti dan Dara untuk melakukan update status Bianca karena kita tahu sendiri, saat ini handphone Bianca ada di tangan kedua temannya ini. Bahkan di update status facebook tersebut, jelas-jelas isinya menyalahkan Bunda dan Putri karena telah memisahkan cinta Bang Iid dan Bianca. Hal ini kemudian diceritakan oleh Linda, Icha dan Ana kepada Putri tapi Putri tidak bisa berbuat apa-apa.

Di rumah sakit, Bianca masih histeris, ia menjerit-jerit meminta Bang Iid datang. Akhirnya Papa Bianca menelpon Bang Iid dan marah-marah, ia marah kepada Bang Iid yang mempermainkan hati anaknya dan tidak segan-segan untuk berbuat sesuatu kepada Bang Iid! Tentu saja ini mendapatkan respon dari abang-abang Putri yang lain.

JILBAB IN LOVE Episode. 4-5




Video Dan Sinopsis Jilbab In Love Episode 4-5

Bianca masih tidak terima dengan kejadian beberapa hari yang lalu. Bianca sudah terlanjur suka dengan Bang Iid kemudian menelpon Bang Iid. Bang Iid dengan malas mengangkat telpon Bianca dan mengatakan bahwa sebaiknya mereka tidak usah bertemu lagi karena memang tidak baik dan tidak boleh. Bianca ingin berusaha menjelaskan alasan dirinya tapi Bang Iid mengatakan tidak ada yang perlu dikatakan karena bukan Putrilah penyebab mengapa Bang Iid menjauhi Bianca.

Bianca akhirnya pergi ke tempat dugem bersama Rasti dan Dara, tapi Bianca tidak pergi terlalu lama. Bianca akhirnya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk, mungkin karena ia terlalu banyak minuman beralkohol sehingga ia tidak bisa mengontrol emosinya. Bianca mengamuk dan lengannya mengenai pecahan gelas.
Bianca yang terluka segera dibawa ke rumah sakit. Bianca minta gelas ditangannya itu segera diangkat, tapi karena Bianca takut sakit Bianca minta dibius umum sambil menjerit-jerit. Papa Bianca yang tidak tega melihat anaknya histeris meminta kepada dokter agar anaknya ini di bius umum saja.
Dokter sudah berusaha menjelaskan efek samping dan kemungkinan yang terjadi dengan bius umum, tapi Papa Bianca tetap bersikukuh untuk dilakukan bius umum terhadap luka Bianca ini. Ternyata setelah dioperasi, Bianca tidak bangun-bangun dari pembiusan. Papa Bianca marah dan mengatakan bahwa dokter telah melakukan malpraktik, tapi hasil laboratorium menunjukkan hasil yang mengejutkan.