Minggu, 26 Oktober 2014

CINDAI


Cindailah mana tidak berkias
Jalinnya lalu rentah beribu
Bagaimana hendak berhias
Cerminku retak seribu

Mendendam unggas liar di hutan
Jalan yang tinggal jangan berliku
Tilamku emas cadarnya intan
Berbantal lengan tidurku

Hias cempaka kenangan tepian
Mekarnya kuntum nak idam kumbang
Puas ku jaga si bunga impian
Gugurnya sebelum berkembang

Reff: 
Hendaklah hendak hendak ku rasa
Ahai sayang
Puncaknya gunung hendak ditawan
Tidaklah tidak ku daya
Ahai sayang
Tingginya tidak terlawan

            Janganlah jangan ku hiba
            Ahai sayang
            Derita hati jangan dikenang

            Bukanlah bukan bukan ku pinta
            Ahai sayang
            Merajuk bukan berpanjangan

Akar beringin tidak berbatas
Cuma bersilang paut di tepi
Biduk ku lilin layarnya kertas
Seberang laut berapi

Gurindam lagu bergema takbir
Tiung bernyanyi pohonan jati
Bertanam tebu di pinggir bibir
Rebung berduri di hati

Laman memutih pawana menerpa
Langit membiru awan bertali
Bukan dirintih pada siapa
Menunggu sinarkan kembali

Sinopsis Jodha Akbar


Sinopsis Jodha Akbar episode 5

Pameran dan Pesta rakyat telah berlangsung di Amer dalam rangka merayakan perayaan Ganghaur (ganghaur puja). Ada banyak atraksi menarik dan kios-kios pedagang yang menjajakan barang-barang dagangan yang menarik minat para gadis-gadis muda. Sivani dan Sukanya berkeliling melihat-lihat dan mencari apa yang bisa di lihat dan di beli. Sukanya melihat raja Suryabhan singh, dia terpana. Sivani yang melihat kakaknya berdiri kaku seperti terkena hipnotis, mengamatinya dan melihat kearah mana mata Sukanya terpaku. sinopsisjodhaakbar.blogspot.com
jodha akbar 5Di istana, Menawati berkeliling menanyakan Jodha pada setiap orang yang di temuinya. JOdha sedang duduk bersama beberapa sakhis dan dadisa. Dia sedang menghias patung Shiva (gana) dan parwati (gauri), Menawati menghampiri puja dan bertanya apa yang di lakukannya, mena menyuruh Jodha bersiap-siap untuk perayaan, tapi Jodha bersih keras ingin menyelesaikan pekerjaan yang sedang di lakukannya. Menawati membujuk Jodha dan mengatakan kalau gauri ma sudah mendapatkan dulhanya, dan kini giliran Jodha untuk menemukan dulha (pengantin pria) untuk dirinya sendiri. Mena mengajaknya pergi. Tak berapa lama kemudian keduanya kembali lagi dengan Jodha yang sudah berdandan cantik. Jodha melihat patung Shiva- Parvati dan memujinya. Moti bai datang, Jodha menyapa dan menanyakan keadaanya. Mati mengatakan kalu dirinya sudah agak baikan.  Seorang kerabat datang dan meminta semua orang agar berdoa.  Menawati segera menyembah dan berdoa. Jodha yang masih bicara dengan Moti di tegurnya. Jodha dengan tersipu segera melipat tanganya dan berdoa. Moti mengikutinya. Jodha menoleh pada moti dan melihat tangan moti yang bengkak. Jodha terlihat sedih, lalu berkata kalau hanya satu hal yang inginkan olehnya dari yang maha kuasa, yaitu bahwa Dia membantunya mengakhiri perbuatan Jalal yang salah. Menawati mendengar doa Jodha dan menegurnya. Karena menurut Mena tidak boleh menyebut nama musuh saat berdoa, karena dewi saraswati mendengarkan doa-doa mereka dan mengabulkan keinginan siapa saja setidaknya sehari satu kali. Dan jika nama musuh di sebut dengan keinginan seseorang, Ashirwaad Sawarswati akan terhubung ke musuh juga. Tapi Jodha membatah dan masih menyebut nama Jalal. Menawati menyengol tanganya. Dadisa yang melihat itu menegur menawati. Menawati meninggalkan Jodha dan Moti Bai. Jodha masih membicarakan jalal, dan Moti bai menenangkannya.
Sementara itu di acara pameran di alun-alun, Sukanya masih mengincar pangeran Suryabhan. Matanya mengikuti setiap gerakan pangeran itu. Suryabhan mengeluarkan kalung Sukanya di tangannya dan mengamatinya. Sukanya tersenyum senang.
Di perkemahan pasukan Mughal, ratu Hamida duduk. Jalal datang dengan mengendarai kuda. Jalal turun dari kuda dan menghampiri hamida. Jalal memberi salam pada hamida. Hamida membalas salamnya dan berdiri dengan suka cita. Tapi penerimaan Jalal sangat dingin, dia bertanya, apa yang di lakukan hamida di sini. Hamida mengatakan kalau dia baru mengunjungi ajmer sharif dan berpikir untuk mengunjungi Jalal karena dia sangat merindukannya. Hamida mengikatkan jimat (tabeez) di lengannya. Jalal sama sekali tidak menatap hamida, dia menatap kebawah dan menghindari bertatapan langsung dengannya. Jalal berkata bahwa seharusnya Hamida menulis surat dulu padanya kalau mau berkunjung seperti bari ammi (maham angga). Jalal berubah lembut saat membicarakan Maham angga, berbeda kalau dia bicara dengan ibunya sendiri.  Hamida mengatakan bahwa surat terlihat seperti menyampaikan pesan politik. Perasaan tidak dapat di sampaikan lewat secarik kertas. Jalal mengejeknya dengan mengatakan kalau itu tidak benar, karena hamida sendiri telah mengutamakan tahta, bukan perasaan atau tanggung jawabnya pada anak. Hamida ingin mengatakan sesuatu, tapi Jalal tidak memberinya kesempatan. jalal meminta Hamida memberitahu Maham kalau dia sangat merindukannya dan juga menyuruhnya mengatakan pad istri-istrinya bahwa ia berpikir tentang mereka setidaknya 1 hari sekali. Dengan sedikit terluka, ratu hamida bertanya apakah Jalal tidak merindukan dirinya?" Jalala menjawab, ya, tentu saja. Setiap dia melihat seorang anak yatim piatu, dia memikirkan hamida. Karena hal itu membuat jalal teringat pada nasibnya sendiri, seolah-olah ibu anak yatim tersebut mempunyai kesulitan yang tak terelakkan samapi harus meninggalakan dirinya, seperti ibunya sendiri.  Dengan rasa pahit di hati, Jalal meninggalkan Hamida setelah mengucapkan salam perpisahan. Jimat yang di pakaikan hamida jatuh.  Hamida mengambilnya. Rasa nyeri terlihat di matanya. Pada Gul badan hamid amengatkan kalau mereka harus kembali ke Agra sekarang. Jalal terus menggali kenangan pahitnya, dan itu akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap dunia. Gul badan menyuruhnya istrirahat beberapa saat. Tapi Hamid amenolak, dia ingin pergi secepatnya. Gul badan berkata apakah dia datang untuk melihat Jalal hanya untuk beberapa menit dan kemudian pergi? Hamida mengatakan kehadirannya tidak membawa dampak apa-apa pada Jalal, jadi tidak ada gunanya tinggal.  sinopsisjodhaakbar.blogspot.com
jodha akbar 5aHamida bercerita pada gul badan tentang sikap dingin Jalal pada hamida terjadi karena dulu hamida pernah meninggalkan Jalal  pada maham angga demi keselamatan Jalal. Karena dia harus menemani Humayun bersembunyi. Dan Jalal menganggap itu adalah kesalahan Hamida yang paling besar, yaitu meninggalkannya. Dan kini, Jalal menganggap Maham sebagai ibunya dan sampai batas tertentu bahkan maham mengambil keuntungan dari itu.
Di Amer, Jodha dan Menawati mengunjungi pameran dan menikmati pemandangan yang di suguhkan. Jodha berkata, "indah sekali." Mereka berkeliling melihat-lihat pameran dan bertemu Sukanya yang sedang mengintip Suryabhan bersama Sivani. Menawati mencolek Sukanya, yang dengan sedikit terkejut menoleh. Mena bertanya apa yang dikerjakannya? Sukanya segera mengambil gelang yang ada di hadapannya dan menunjukannya pada Mena. Mena kemudian meninggalkan Sukanya dan Sivani.
Di arah yang lain, Bharmal sedang mengajak tamu-tamunya melihat-lihat pameran.  Tetapi yang mereka bicarakan adalah tentag strategi politik. Mereka berbicara bagaimana mengatasi serangan Mughal. Salah seorang dari mereka berkata bahwa sebaiknya mereka tidak melakukan apapun yang bisa membuat Jalal menjadi musuhnya. Bharmal menjawab, mau tidak mau, Jalal sudah menjadi musuh mereka. lalu terdengar sorakan dan teriakan kagum, Bharmal dan rombongan segera menuju ke sana. Mereka melihat Suryabhan sedang melemparkan Tombak dan tepat mengenai sasaran. Ditempat lain, Sukanya yang sedang kasmaran pada Suryabha berkata pad Sivani bahwa dia berharap lelaki itu akan menemuinya untuk mengembalikan kalungnya.
Bharmal kagum melihat nya dan berpikir untuk menjodohkannya dengan Jodha. Menawati datang menghampiri Bharmal. Bharmal menceritakan apa yang di pikirkannya. Menawati setuju dan keduanya tampak bahagia.
 Di sisi lain, Jodha sedang melihat para wanita bermain panah memanah. Jodha segera mencobanya. JOdha mengambil panah dan menyiapkan anak panah. Dia menarik anak panah, tanpa sadar ujung kalungnya terkait anak panah tersebut. Jodha berkonsentrasi, ketika melepas anak panah, kalungnya pun terjatuh, lalu kerudungnya. Tapi anak panah tepat mengenai sasaran. Moti bai mengambil kalung Jodha dari tanah dan menyimpannya. Moti juga memasangkan kembali kerudung ke kepala Jodha. Sementara Jodha sedang berkosentrasi untuk memanah target kedua. Saat itulah Suryabhana melihat Jodha.  Suryabhan melihat perhiasan di tangan Jodha yang sepertinya serasi dengan kalung di tanganya. Suryabhan menyangka kalau kalung itu milik Jodha.
Jodha sedang melihat-lihat gelang di salah satu kios. Jodha berjalan di satu sisi, Suryabhan mengikutinya di sisi yang lain dengan di batasi oleh deretan gelang-gelang yang di pajang. Mata Suryabhan tidak lepas menatap Jodha. Tapi Jodha tidak menyadarinya krena deretan gelang menjadi penghalang mereka. Di satu sisi ketika Jodha berhenti sebentar, Suryabhan mengulurkan tangannya yang memegang kalung diantara deretan gelang-gelang sambil berkata, apakah ini miliknya? Jodha segera memegang dupatta untuk menutupi wajahnya dari tatapan Suryabhan. Jodha menatap kalung itu dan meraba lehernya, kalungnya tidak ada di sana. Jodha bertanya darimana dia mendapatkan kalung itu? Suryabhan mengatakan kalau temannya telah memberikan kalung itu padanya. Jodha bersuara, "hem?". Suryabhan meralat kata-katanya dengan mengatakan kalau takdir yang memberikan kalung itu padanya.
jodha akbar 5bJodha tersenyum dan mengambil kalung itu. Dan tanpa terima kasih dia membalikan badan. Suryabhan menahan Jodha dan menanyakan namanya. Jodha tertawa dan menyuruhnya bertanya pada temannya. Setelah itu dengan tertawa riang Jodha meninggalkan Suryabhan yang tersenyum penasaran. Jodha berjalan cepat mencari Motibai. Sukanya dan Sivani yang melihat Jodha memegang kalung segara mengejarnya. Sivani bertanya, kalung siapa ini? Jodha mengatakan kalau kalungnya jatuh dan di temukan oleh seorang rajputana. Sivani dan Sukanya terlihat bingung. Muncul Moti bai yang mengatakan kalau kalung Jodha ada padanya. Sukanya dengan kesal segera mengambil kalung itu dan mengatakan kalau itu miliknya. Sivani mengatakan kalau sukanya menyukai orang yang memberikan kalung itu dan ingin menikah denganya. Melihat itu Jodha berjanji akan membantu Sukanya bicara dengan orang tua mereka. Sukanya tertawa senang. Lalu Jodha bertanya siapa nama pria itu? Sukanya dan Sivani menjawab bersamaan, "Raja Suryabhan singh." Jodha terpana menatap kekompakan adik-adiknya, lalu dia pun tersenyum. sinopsisjodhaakbar.blogspot.com
Dari Jauh suryabhan singh mengamati Jodha yang sedang bicara dengan adik-adiknya. Nampaknya Suryabhan sudah tertarik pada Jodha. Dia bertanya pada seseorang tentang siapa Jodha. Orang itu menjawab kalau dia adalah Rajkumari JOdha Bai, putri raja Bharmal. Suryabhan menatap Jodha yang sedang tertawa-tawa dengan penuh rasa tertarik.
Sementara Sukanya berjalan sambil mendekap kalung di dadanya di ikuti Sivani di belakangnya. Sukanya terlihat seperti orang yang benar-benar sedang di lamun cinta. Sivani mengodanya, lalu keduanya tertawa bersama.
Malamnya, Jodha berdiri di depan jendela kamarnya dan tenggelam dalam pikirannya sampai-sampai di tidak tahu kalau Motibai masuk dan menghampirinya. Motibai bertanya apa yang di pikirkan Jodha. Jodha ada menyembut nama Jalal. Moti mengingatkan apa yang ratu menawati katakan agar tidak menyebut nama musuh sebab dewi saraswati dapat mendengarkan apa kata mereka dan mengabulkan permohonannya. Jodha terlihat sengiit. Dengan berapi-api dia berkata, "jika memang benar dewi saraswati ingin mengabulkan doa, aku berharap bahwa dia akan mendengar aku sekarang.  Aku berharap bisa menghentikan cara memerintah Jalal yang tidak benar. Jika dewi saraswati mengabulkan keinginan, aku ingin Dia menghubungkan aku dengan Jalal. Aku ingin dunia menginggatku kapanpun mereka bicara tentang Jalal. Mereka harus menginggatku sebagai orang yang mengubah sejarah India." Dengan bercanda Moti berkata pada JOdha kalau dia telah banyak membuang waktu dan pikiran untuk Jalal, kalau JOdha memikirkan orang lain, tentu saat ini dia sudah punya kisah cintanya sendiri. Jodha mengatakan kalau dia tidak ingin kisah cintanya di tulis dalam buku sejarah. Sebaliknya Jodha berharap, bahwa ketika Biografi Jalal di tulis, sebuah paragraf mungkin di tulis tentang dia, yang menyatakan kalau dia mengakhiri perbuatan Jalal yang salah ini. Moti bai bertanya kenapa dia sangat membenci Jalal. Jodha berkata kalau tindakan Jalal sangat biadab. Motibai mengejar Jodha dengan pertanyaan bagaimana Jodha bisa begitu yakin kalau Jalal yang bertanggung jawab atas tindakan itu? Bisa saja prajuritnya yang berbuat atas inisiatif mereka sendiri dan jalal tidak tahu apa-apa. Jodha balas mengatakan bahwa Jalal tidak buta huruf ataupun tuli. Dia sepenuhnya sadar denga apa yang terjadi di sekelilingnya. Dia harus melihat manusia sebagai manusia, bukan pion. Jodha berkata, "siapapun yang menghalangi jalannya, dia tidak keberatan menggunakan cara kejam untuk menyingkirkan mereka. Dia hanya ingin membuat jalan untuk dirinya sendiri. Aku bahkan mendengar kalau Jalal bahkan tidak menghormati ibu kandungnya sendiri.
Dikemahnya, Jalal sedang dengan Khan baba. Bairam khan berkata kalau dia sangat yakin Jalal akan di kenang sebagai penguasa terbesar sepanjang sejarah. Jalal tertawa dan bertanya kenapa khan baba begitu yakin? Adakah dia mengetahui hal tersebut terlebih dahulu? Bairam khan berkata kalau dia selalu tahu. Bairam khan memuji Jalal, "mungkin itu musuh atau perasaannya, tapi Jalal tahu bagaimana mengontrol keduanya. Bairam khan berkata karena Jalal tidak mempunyai hati, maka dia akan berjuang untuk menjadi penguasa terbesar.

Sinopsis Jodha Akbar


Sinopsis Jodha Akbar episode 4

Jodha dan adik-adiknya, Sukanya dan Sivani duduk mengelilingi Moti yang masih belum sadarkan diri. Sukanya mencoba mengoyang-goyang tubuh Moti agar dia sadar, tapi Jodha melarangnya. Sukanya menyalahkan Jodha atas apa yang terjadi pada Moti. Sukanya juga mengatakan kalau Jodha ke kuil hanya untuk kepentingannya sendiri, yaitu untuk mencari berkah agar mendapatkan penganti pria yang sesuai dengan keinginanya. Kedua kakak beradik tersebut  bertengkar mulut, hinga dan saling mengejek sampai-sampai menyebut nama-nama makanan. Moti yang mendengar keributan itu tersadar dan bilang kalau dirinya lapar dan ingin makan makanan yang disebut oleh sukanya dan jodha dalam pertengkarannya yang membuat kedua saudara itu tak bisa menahan tawa.
sinopsis jodha akbar episode 4Jodha dan Sujamal bermain catur ketika seorang pelayan datang memberintahu Jodha kalaukedua adiknya Sukanya dan Sivanimengajaknya untuk bergabung dengan mereka mengamati para pangeran dan raja  yang datang memenuhi undangan raja bharmal. Dalam beberapa langkah, Jodha berhasil mengalahkan Sujamal. Jodha mengatakan kalau dia bisa mengalahkan Sujamal dalam permainan catur, dia juga bisa mengalahkannya dalam permainan pedang. Sujamal memberi alasan kalu dirinya tidak kosentrasi pada permainan karena pikirannya terfokus pada rencana bharma mendeklarasikan calon pengantinya malam nanti. Jodha mengatakan agar Sujamal tidak perlu kuatir, hari ini seluruh Amer akan merayakan kabar baik dari sujamal yang dinyatakan sebagai raja amer di masa depan. Sujamal berkata pada Jodha bahwa jika perkiraannya benar dia menganggap dirinya telah memenangkan permainan catur dalam kehidupan. Sujamal menyuruh Jodha bergabung dengan adik-adiknya untuk melihat para raja dan pangeran yang datang agar bisa menemukan pria gagah dan tampan yang akan menjadi mempelai pria untuknya. Jodha mengatakan bahwa dia akan mencarikan peria tampan dan gagah untuk adik-adiknya tapi dia sendiri hanya akan menikah dengan pria gagah yang sanggup mengalahkan dan membawa kepala Jalaluddin Mohammad padanya.  
Sukanya dan sivani berdiri diatas benteng amer mengamati para pangeran dan raja yang memasuki istana amer bersama para pelayan. Mereka berdua selalu mengomentari setiap pengaran dan raja yang masuk. Ada yang tua, gemuk karena terlalu banyak makan Ladoo, dan lain sebagainya . Sampai Dadisa menegur mereka. Tapi ketika tiba gilran Pangeran Suryabhan Singh memasuki istana amer, Sukanya terpana dan tidak bisa menyembunyikan kekagumannya. Hatinya telah terpanah panah asmara Pangeran Suryabhan. Sivani yang melihat gelagat kakaknya mengoda sukanya. Dadisa jsepertinya juga menyukai sang pangeran, akrena dadisa tidak berhenti memuji sang pangeran. Ketika pangeran Suryabhan lewat di bawah mereka, tiba-tiba kalung Sukanya terjatuh dan menyangkut di gagang pedang sang pangeran. Pangeran Suryabhan memunggutnya dan mengamati kalung tersebut. Kepalanya mendongak dan matanya berkeliling mencari pemiliknya, tetapi para rajkumari amer sudah kabur meninggalkan tempatnya. Pangeran suryabhan menyimpan kalung tersebut dan meneruskan perjalanannya. Setelah suryabhan pergi, para putri kembali keteras dan mengoda sukanya.
 Jodha sedang merias diri di bantu oleh para pelayan, ketika mainawati menemuinya. Ratu mainawati menegur putrinya karena mengenakan pakaian yang biasa. Dia memberikan gaun dan perhiasan baru pada Jodha dan memintanya untuk bersiap-siap. Jodha tidak mengerti. mainawati mengatakan bahwa kemungkinan pada pertemuan para raja dan pangeran malam ini akan ada pengumuman khusu yang terkait dengan Jodha.
Jalal memilih sebuah kuda putih yang anggun dan cantik. Tapi seorang kasim mengatakan kalau kuda tersebut telah di pilih oleh bairam khan. Pelayan Jalal yang bernama Abdul memgatakan bahwa apa yang diinginkan raja akan menjadi miliknya, tidak siapapun boleh menghalangi termasuk Bairam khan. Mendengar kata-kata Abdul, Jalal berteriak Mara, "tidak ada seorangpun yang boleh mengatakan sesuatu tentang khan baba. Jalal lalu memilih kuda yang lain. Abdul berkata bahwa orang-orang bulang apa gunanya menjadi raja kalau tidak bisa memiliki apa yang menjadikesukaanya. Jalal mengancam dan menghunus belati dileher pelayannya yang setia. Tapi Jalal berkatan dia tidak mau membuat malu kemuliaanya karena membunuh orang cacat.Tapi kemudian keduanya tertawa bersama. Saat Jalal pergi meninggalkannya abdul berkata, jalal yang memiliki kerajaan ini, tapi Khan baba yang mengatur dia dan kerajaanya."
Di amer diadakan pertemuan yang di hadiri para raja dan pangeran. Pertemuan itu mempunyai 3 tujuan, yaitu menyatukan bangsa Rajput dan mencarikan pria yang tepat untuk putri Jodha serta mengumumkan calon raja Amer di masa depan. raja Bharmal membuka pertemuan itu dengan pidato. Dia berterima kasih pada para raja dan pangeran yang telah bersedia hadir memenuhi undanganya. Raja bharma hendak mengumumkan nama pangeran mahkota yang akan mewarisi tahta kerajaan Amer. Sujamal terlihat tegang, dia bertukar pandang dengan Jodha. Jodha tersenyum dan menganguk. Sujamal sangat berharap dirinyabisa menjadi raja. Tapi ternyata Bharmal mengumumkan kalau putranya Bhagwandas yang akan mengantikannya kelak. Sujamal dan Jodha terkejut. Sujamal marah dan menodongkan pedang ke leher bhagwandas. Semua yang hadir segera menghunuspedang dan menfepung Sujamal. Jodha panik. Bharmal meminta agar sujamal tenang.  Sujamal mengatakan bahwa dia telah menyaksikan ketidak adilan berlaku di sini sejak lama. Tahta ini adalah miliknya, karena ayahnya adalah seorang Raja sebelum di gantikan oleh Bharmal. Sujamal sangat marah dan berkata dia akan meninggalkan Amer dan akan kembali untuk merebutnya. Sebelum pergi Sujamal menyempatkan diri menatap Jodha, dan aterbayang kenangan masa kecil mereka. Sujamal segera meninggalkan aula pertemuan dengan emosi. Bharmal menyuruh pegawal menangkap Sujamal demi menjaga persatuan Amer. Mendengar itu, Jodha berlari mencari Sujamal di kamarnya. Disanan Jamal sedang mengambil potret ayahnya dan bersiap-siap untuk pergi. Jodha memberitahunya bahwa pengawal sedang menuju kesini untuk menangkap Sujamal. Jodha menyuruh Sujamal agar segera pergi dan menyembunyikan diri. Sebelum pergi, sujamal berjanji akan datang ke Amer untuk Jodha, karena hanya Jodha satu-satunya oarang yang dia perhatikan di amer.
 Mainawati dan Bharmal sedang membahas masalah Sujamal di balkon ketika Jodha datang. Jodha tampak kesal dan sedih. Dia memeluk ibunya. Jodha mengatakan pada ayahnya, bahwa dia tidak mengerti politik kerajaan, tapi dia telah kehilangan seorang kakak hari ini. Raja bharmal juga mengatakan kalau dia telah kehilangan seorang anak dan pejuang amer yang pemberani tapi persatuan dan keselamatan amer lebih penting dari segalanya.. Mainawati mengalihkan pembicaraan seputar perjodohan Jodha. Mereka hanya menunggu Jodha menentukan pilihannya. Jodha tertunduk...  dan wajah Jalal muncul mengantikannya.
Akbar duduk di tahtanya. harifudin yang mendapat tugas untuk mencari informai di amer kembali dengan kabar bahwa seluruh raja dan pangeran di Rajput berkumpul di amer untuk merayakan upacara ganghaur. Akbar mengatakan itu adalah saat yang tepat untuk menyerang.  Sharifudin berkata kalau mush sebaiknya diserang saat sendiri-sendiri. jalal marah mendengarnya. Sharifudin mintabmaaf. jalal berkata bahwa dia kan memotong kepala mereka bersama-sama.

Sinopsis Jodha Akbar



Jalal berlatih pedang dengan beberapa orang prajuritnya sambil mendengarkan informasi tentang kedatangan Jodha dan rombongannya. Prajurit menceritakan sekilas tentang Jodha, bagaimana tidak terlalu memikirkan diri sendiri tapi sangat memikirkan keselamatan dan kebahagiaan orang-orang di sekitarnya.Seorang prajurit mengatakan semua orang sibuk memandang Jodha mengagumi kecantikan dan kebaikannya. Jalal mendengarkan cerita prajuritnya denganserius. Setelah si prajurit pergi, Jalal mengeja nama Jodha dengan senyum menyerigai.

sinopsis jodha akbar episode 3Jodha pulang kembali ke Amer dalam kondisi yang semrawut. Berjalan kaki, tanpa dupatta, wajah berdebu dan kening yang berwarna hitam kemerahan. Raja bharmal dan para pangeran sangat terkejut dan prihatin melihat kondisi Jodha. Sujamal yang paling cepat menghampiri Jodha. Dia bertanya apa yang terjadi. Pengawal Jodha menjelaskan secara ringkas apa yang mereka alami dikuil dewi kali. Jodha berbalik dan mendongak keatas menatap mainawati. Mainawati yang melihat kondisi Jodha sangat terkejut. Dia teringat dengan ramalan Shaguni bai. Raja Bharmal memerintahkan prajuritnya untuk meningkatkan keamanan istana. Jodha meninggalkan halaman bersama para pelayannya, Mainawati menatap kepergian Jodha dan melihat bayangan bendera hijau berkibar mengikutinya. Mainawati terkejut dan tak percaya.

Jodha menunggui moti yang di rawat tabib. Dia belum sadar. Jodha sedang menanyakan kesehatan moti pada tabib ketika mainawati datang. Mainawati yang melihat keadaan Jodha segera menariknya masuk kekamar. Mainawati mengusir semua pelayan. Jodha protes, tapi mainawati memaksanya bercermin. Mainawati memarahi Jodha yang tidak memperhatikan penampilannya sehingga dia tidak lagi menyerupai seorang putri. Mainawati dengan paksa menghapus tanda di kening Jodha, Jodha berteriak menyuruhnya berhenti. Mainawati menarik Jodha keluar lalu menyiram kepala Jodha dengan air seolah ingin menghapus takdir jelek Jodha yang telah di ramalkan Shanguni. Dalam ketakutan Mainawati berbicara tentang masa depan, tapi Jodha tidak bingung dan tidak mengerti maksudnya. Mainawati memperingatkan Jodha mulai saat ini jangan pernah keluar dari istana karena dia telah mimpi buruk yang akan menghampiri Jodha. Jodha merasakan sentuhan ibunya. Dalam hati Mainawati berjanji akan berusaha sedaya upaya untuk melawan takdir Jodha.

Jalal dan sharifudin membahas tentang peristiwa yang terjadi ketika khan baba datang. Penjaga masih mengulangi laporannya tentang putri Jodha dan kecantikannya. Jalal tersenyum, dia menyuruh prajurit untuk pergi ke amer untuk mendapatkan informasi lebih banyak tentang Jodha. Jalal berkata bahwa ia memenangkan ratu dan pelayan tapi tidak pernah memberikan hatinya pada siapapun.
sinopsis jodaha akbar episode 3 Di amer, raja Bharmal mengumpulkan anggota keluarganya dan membicarakan peristiwa yang terjadi pada Jodha. Sujamal menyalahkan Bharmal karena telah membiarkan Jodha keluar dari sitana. Bharmal menyangkal dengan mengatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk menikmati kebebasan tanpa rasa takut. Dalam kesempatan itu, raja bharma juga mengatakan rencananya untuk mengirim undangan ke seluruh raja-raja di Rajput untuk menemukan laki-laki yang cocok untuk Jodha.

Jalal bertanya pada Khan Baba tentang Amer dan segala pernak-perniknya. Khan baba memerintahkan Sharifudin untuk mengumpulkan informai tentang Amer, segala bentuk informasi yang akan membantu Jalal dalam upaya menaklukan Amer.

Di amer, ratu mainawati menemui Raja Bharmal yang sedang mengadakan rapat dengan orang-orang penting di pemerintahannya. Mainawati memberitahu Bharmal tentang ramalan shanguni. Raja bharmal tidak percaya pada ramalan itu tetapi dia memang akan berusaha mencarikan jodoh untuk Jodha yang nantinya hubungan itu akan dapat menyatukan kerajaan-kerajaan di Rajput.

Khan baba dan jalal datang ke pasar. DIsana dia melihat seorang wanita cantik. Jalal segera turun dari kudanya dan menarik tangan wanita itu agar mengikutinya. Suami si wanita yang melihat berteriak mengejarnya. Tapai setelah melihat yang membawa istrinya adalah seorang raja, dia memohon dan menyembah agar melepaskannya. Jalal mengancam lelaki itu dengan pisau dan menyuruhnya memilih antara nyawanya atau istrinya. Lelaki itu lebih memilih hidupanya dan meninggalkan istrinya. Jalal tidak tertarik lagi pada wanita itu dan menyuruhnya pergi kembali pada suaminya. Khan baba terkesan dengan tindakan Jalal yang tidak berperasaan tersebut.  Menurutnya, jika Jalal mengikuti petunjuknya, dia akan dapat memenangkan amer dan menghancurkan bangsa Rajput. Jalam setuju, dia telah belajar banyak dari khan baba sejak kecil dan akan terus belajar darinya dimasa depan.

Sinopsis Jodha Akbar

Jodha marah melihat patung dewi kali yang tanpa perhiasan. Dan bertanya pada salah satu pengawalnya, siapa pemimpin tentara mughal. Sang pengawal menjawab, " tidak lain dan tidak bukan adalah Jalaluddin Muhammad." 
sinopsis Jodha akbar episode 2 a
Di istana Amer, bharmal dan mainawati sedang berbicara. Bharmal mengatakan bahwa tentara mughal sudah sangat dekat dan mereka setiap saat bisa menyerang Amer. Mainawati meminta bharmal menyerahkan tanggung jawab itu pada Sujamal. Tapi Bharmal megatakan bahwa Sujamal lebih tertarik pada tahta Amer daripada menyatukan semua orang untuk menghadapi perang. Mereka sangat kuatir tentang siapa yang mempunyai keberanian untuk menghadapi dan menghentikan Jalal.

Di depan kuil dewi kali, Jodha mengambil sejumlah abu dan menyebarkannya di udara sembari mengucapkan sumpah bahwa siapapun yang mencuri perhiasan dewi akan membayarnya. Jodha akan memastikan orang itu akan bersujud pada dewi kali. Sementara itu pasukan Jalal sudah mencapai perbatasan tanah Rajputana. Dia melihat hamparan keindahan Amer dari atas puncak gunung dan sangat ingin menaklukan Amer. jalal berkata bahwa Amer memanggilnya. Sementara di depan Kuil dewi kali, Jodha masih tetap meluapkan amarahnya dan berjanji akan menghancurkan Jalal. Seorang pelayan bertanya, dia hanya seorang wanita, bagaimana akan melakukannya? Jodha menjawab bahwa Dewi kali akan membantunya. 

Seorang pelayan datang tergopoh-gopoh menemui Jodha, memberi tahunya kalau Moti bai akan melakukan Jauhar (membakar diri dalam api suci). Jodha segera berlari mencari moti. Jodha melihat moti akan mneceburkan diri ke api dia berteriak dan berlari mencegah moti. Jodha menenangkan moti. Moti berkata bahwa dia sudah tidak suci lagi dan ingin mengakhiri hidup, karena tentara mughal telah menyentuhnya. Jodha mengatakan bahwa moti harus hidup demi dirinya. Deritanya adalah dirinya juga. Setelah berkata begitu, Jodha memukulkan kepalanya sendiri demi menghentikan moti. Melihat itu moti berteriak mencegah. Jodha memeluk moti bai. Moti bai lalu pingsan dalam pelukannya.  Jodha semakin marah, dan menyumpahi Jalal.

sinopsis jodha akbar episode 2
 Jalal dan pasukannya melewati sebuah pasar dan melihat masjid. Saat itu waktu sholat. Jalal memerintahkan pasukannya berhenti untuk melaksanakan sembahyang. Setelah sembahyang, saat keluar dari masjid, jalal tidak melihat sandalnya. Sandalnya telah di curi orang. Jalal ingin menangkap pencuri itu dan menagkapnaya. Abdul, pelayannya yang cacat mengatakan bahwa itu hal yang baik, karena siapapun yang mecuri sandalnya telah membawa kabur nasib buruk darinya. Tapi Jalal tidak terima, dia tetap ingin menangkap pencuri itu karena dia tidak akan membiarkan siapapun mengambil barang-barangnya. Bairam khan bertanya bagaimana Jalal akan menemukan pencuri itu. Jalal bilang bahwa dia punya caranya. yaitu bahwa jalal selalu menggunakan sejenis parfum di kakinya. Bau parfum itulah yang akan megantar mereka pada pencuri itu.  Dengan cara nya itu jalal berhasil menangkap pencuri tersebut dan memberinya hukuman yang pantas, yaitu dengan memotong kakinya. Setelah itu Jalal menyuruh orang duduk di depan masjid untuk menjaga sandal orang-orang datang untuk sembahyang, agar orang mengenal dan mengingat kejahatannya.

Di istana amer, yang ditunggu-tunggu, Shaguni bai telah datang. Semua orang membicarakannya, tapi secara bisik-bisik bahwa shaguni bai akan datang untuk meramal masa depan Jodha. Mainawati ingin bicara secara pribadi dengan shaguni bai. Dia menawarkan koin emas sebagai hadiah. Tapi shaguni bai menolaknya. Shaguni mengatakan bahwa Jodha mempunyainasib yang sangat baik, dia sangat beruntung karena dia akan menjadi ratu dan mengubah nasib seluruh negeri. Mainawati sangat senang mendengarnya. Dia meminta agar shaguni menceritakan ramalannya lebih banyak lagi. Shaguni mengatakan bahwa Jodha akan menjadi bagian keluarga musuh Amer. Mainawati mengatakan bahwa Amer tidak punya musuh di Rajputana. Shaguni mengatakan bukan di Rajputana. Jodha akan menjadi bagian dari keluarga kerajaan Mughal. Mendengar itu Mainawati sangat terkejut hingga nampan yang di bawanya terjatuh. Ratu tidak percaya dengan ramalannya. 

shaguni bai Shaguni bai melemparkan kulit kerangnya ke udara yang segera terjatuh kembali ke tanah membentuk sebuah segi empat. Shaguni mengatakan bahwa tanda-tanda yang akan membuktikan kebenaran ramalan itu sudah tampak. Hari ini ketika Jodha kembali dari kuil dewi kali, tanda itu akan terlihat padanya. Dia akan kembali dalam kondisi yang berantakan. Debu mengotori wajahnya, rambutnya tergerai lepas dan di dahinya akan ada tanda hitam. Dan hari ini pula untuk pertama kalinya Jodha mendengar namanya. Mainawati sangat marah dan mengusir Shaguni bai dan mengatakan bahwa untuk selanjutnya dia tidak mau shaguni bai masuk ke istana amer lagi. Mainawati mengumpulkan penghuni istana dan mengatakan kalau nanti Jodha datang, jangan bilang padanya kalau shaguni bai datang ke istana amer. Mainawati membuang semua kulit kerang yang di tinggalkan shaguni bai dengan pikiran tidak karuan. Eamalan shaguni bai terngiang-ngiang di telinganya.

Sementara itu di kemahnya, Jalan sedang menghadapi hidangan. Tapi dia tidak menyentuh makananitu dan hanya memutar-mutar pedangnya. Sharifudin meminta dia agar mencicipi makanan. dan dia kan memegangkan pedangnya. Jalal memgatakan tak seorangpun boleh menjamah pedangnya. Jalal juga mengatakan bahwa dia hanya lapar akan kemenangan bukan makanan.  Bairam khan mendengarkan pembicaraan itu tanpa sepata katapun.  Jalal mengeluarkan belatinya dan menusuk sepotong daging dan menyuruh si menteri makan. Mnteri menggigit daging itu setelah itu jalal membuangnya ke meja. Sambil tersenyum Jalal mengambil sebutir buah anggur dan memakannya.  Shraifudin menawari Jalal agar bermalam di istananya, jalal menjawab dia tidak akan melakukan itu karena dia tidak ingin musuh-musuhnya mengetahui keberadaanya.