Selasa, 28 Oktober 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 3


“MALAM SETELAH TA’ARUF”

Malam setelah proses taaruf yang dibatalkan tersebut, Putri menemui abangnya dan membesarkan hati abangnya. Bang Vincent tampak belum bisa menerima jika ia mempunyai istri cacat.
Putri pun berkata kepada abangnya, jika cacat fisik jauh lebih baik dibandingkan dengan cacat hati. Tapi alasan Bang Vincent bukan itu, ia bisa menerima mempunyai istri yang cacat fisik, tapi nanti bagaimana dengan anak-anaknya. Apakah anak-anaknya mau mempunyai ibu yang cacat fisik?
Keesokan harinya di sekolah, Bianca bertemu dengan Icha. Terjadilah keributan disana, hal itu bermula dari Putri yang menanyakan bagaimana sushi buatan kakaknya itu. Bianca langsung menjawab bahwa Sushi buatan kakaknya itu tidak enak rasanya, sudah basi dan dibuang, padahal sebenarnya Bianca memakan sushi tersebut. Icha yang tersinggung mendengar perkataan Bianca tentu saja marah, tapi Bianca balik marah dengan Icha karena sudah mengambil pacar orang. Untuknya ada Elissa, salah satu teman Bianca yang membela Putri. Bahkan Elis melerai keributan antara Icha dan Bianca.
Pada saat istirahat siang, Putri mengajak Icha, Ana dan Linda latihan rebana, mereka akan mengikuti perlombaan, namun kemudian datanglah Izam, dan mengatakan bahwa dana untuk mengadakan perlombaan itu tidak ada dan dialihkan untuk final lomba basket. Cerita punya cerita nih, kayaknya Icha naksir dengan Izam.
Siangnya, di jalanan, calonnya bang Vincent yang pernah diajak taaruf waktu itu sedang menunggu angkot di pinggir jalan. Bang Vincent melihatnya dari dalam mobil. Bang Vincent kemudian turun dari mobil dan menawarkan tumpangan kepada wanita ini, tetapi wanita ini dengan halus menolak tumpangan tersebut karena ia tidak mau berduaan saja dengan laki-laki dan orang yang bukan muhrimnya.

“BANG IID DAN BIANCA? HAHH?“

Putri memutar otaknya untuk mencari dana agar lomba rebana yang akan mereka laksanakan itu dapat terlaksana.
Pada saat itulah ia teringat pada salah satu abangnya yang pintar masak, bang Iid. Walaupun agak susah diajak, tapi setelah Putri membujuk abangnya ini berkali-kali akhirnya abangnya mau juga untuk membantu Putri. Tapi… Bang Iid baru selesai masak kue, buat siapa tuh?? Trus katanya mau ngedate sama siapa??
Ternyata yang diajak ngedate dan mendapatkan hadiah kue enak buatan Bang Iid itu tidak lain dan tidak bukan adalah Bianca! What!! Tentu saja Putri terkejut setengah mati. Ia tidak dapat mencegah Bang Iid karena udah keburu pergi. Akhirnya Putri menceritakan hal ini kepada teman-temannya, dan komentar teman-temannya udah jelas, harus dihentikan!!
Di sekolah, Putri dan Izam mengadakan rapat, mereka sudah sepakat untuk mencari dana sendiri, tapi untuk itu mereka butuh modal. Modal akhirnya berhasil mereka dapatkan dari sumbangan teman-teman sendiri. Kemudian mereka pergi ke tempat pertokoan untuk membeli T-Shirt, T-Shirt itu kemudian nantinya akan disablon dan dijual pada saat acara final basket di sekolah. Tapi di dalam perjalanan pulang, ada yang aneh tuh sama si Izam, tuh lihat saja, matanya kemana.. Putri langsung menunduk tapi si Icha.. kayaknya berhasil menangkap sinyal aneh si Izam

“ICHA YANG SUKA GALAU”

Hampir setiap hari Bang Vincent melihat wanita itu menunggu angkot di pinggir jalan, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena wanita ini pasti tidak mau ikut naik ke dalam mobilnya.Tapi suatu ketika, ada seorang nenek lemah yang meminta tolong diseberangkan jalan, wanita ini kemudian membantu nenek ini menyeberang jalan. Nenek ini pun kemudian berkeluh kesah jika ia tidak mempunyai uang lagi untuk pulang, wanita ini pun langsung memberikan uang kepada nenek ini.
Bang Vincent yang melihat situasi ini tentunya tidak diam saja, dia turun dari mobil dan mengajak wanita itu untuk mengantar nenek ini sampai ke rumahnya. Setelah sampai di rumah, wanita ini lantas tidak mau ikut bareng Bang Vincent, tapi Bang Vincent mengatakan bahwa jika takut maka dia bisa duduk di belakang saja.
Di dalam mobil Bang Vincent mengatakan bahwa tidak perlu takut karena dirinya tidak akan berani menyakiti wanita, tapi wanita ini mengatakan ia memang takut tapi bukan takut dengan Bang Vincent tapi takut dengan Allah karena sudah berdua di dalam mobil bersama pria yang bukan muhrim.
Setelah tiba ditempat tujuan, wanita ini kemudian turun dan menunjukkan kepada Bang Vincent pekerjaannya. Dia adalah seorang pengajar di sekolah dengan anak murid yang rata-rata tidak mampu.
Keesokan harinya adalah hari sibuk bagi Putri dan teman-temannya. Tim Putri sibuk menyiapkan kue, sedangkan tim Izam sibuk menyiapkan T-Shirt. Mereka harus bisa mengerjakannya secepat mungkin karena keesokan harinya akan ada pertandingan final basket antar sekolah.
Keesokan harinya, Izam, Putri, Icha, Ana, Linda dan teman-teman lainnya sudah siap tempur, ehhh ternyata ada satu orang penyusup, yaitu Abang Iid. Tanpa sepengetahuan Putri, Bang Iid ikut datang pada pertandingan basket itu untuk melihat penampilannya si Bianca. Nah.. Si Icha mulai galau melihat tingkah laku si Izam, soalnya sudah kelihatan banget dari gelagatnya kalo si Izam ini nih suka sama Putri. Icha yang kesel akhirnya malah gak jualan kue dan malah ikutan nonton main basket.
Pada saat mencari Icha inilah Putri bertemu dengan Bang Iid. Putri kecewa banget dan marah dengan Bang Iid. Putri juga melihat Icha yang malah sibuk nonton bukan jualan. Putri mengajak Icha jualan lagi, tapi kue-kue itu berhamburan di lantai karena Icha terjatuh.
Putri menangis sedih, tapi abangnya membesarkan hatinya sekaligus meminta maaf dan meyakinkan Putri bahwa dia tidak akan lagi mendekati si Bianca. Pada saat mereka tampaknya bakal rugi, ternyata ada dua orang yang memborong kue dan T-Shirt mereka dan mereka untung besar hari itu.
Malam harinya di rumah Icha, terjadi keributan besar antara Mama Icha dan Papanya. Papa Icha ingin agar mamanya mengurangi kegiatan kantorannya karena Papanya lah yang mencari nafkah, namun Mama Icha juga tidak mau kalah, karena gaji Papa tidak seberapa dibandinkan gaji mama. Akhirnya mereka berdua justru meminta Icha memilih apakah mau mama bekerja atau dirumah? Icha menjawab terserah, karena saat ini Icha justru mempunyai masalah sendiri, yaitu dengan Putri dan Izam.
Putri dan Icha adalah sahabat yang paling sering bertengkar, hari ini mereka bertengkar lagi. Icha langsung berkata blak-blakan bahwa dirinya menyukai Izam tapi Izam tidak mau pacaran katanya, it’s ok, tapi kelihatan banget dari gelagatnya, Izam itu suka dengan Putri, dan Putri pasti juga suka. “Jangan munafik deh Put.” Begitu kata Icha.
Sementara itu di kantin sekolah, Bianca membuat sebuah pengumuman penting yang menyatakan bahwa mulai saat ini dan detik ini, Eliss bukan lagi bagian dari cheerleader sekolah. Good bye Eliss.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar