" Bang Iid Meninggalkan Bianca. Bunda berniat melamar kembali Arum untuk bang Vincent."
Bunda Putri hendak menelpon ibunda Arum, namun sayangnya ibunda Arum sedang tidak berada di rumah. Lalu Bunda Putri pun meninggalkan pesan kepada asisten rumah tangga ibunda Arum bahwa dirinya dan anaknya Vincent besok akan datang kesana untuk melamar Arum. Abang Vincent dan adik-adiknya senang akan rencana lamaran abang vincent ini. Bunda mendoakan agar besok niat baik mereka dilancarkan. Putri dan abang-abangnya segera mengaminkan doa bunda ini. Disaat mereka sedang asyik mengobrol, tiba-tiba handphone bang Iid berbunyi, ternyata dari om Piet. Bang Iid pun meminta izin kepada bunda untuk mengangkat telepon.
Bang Iid pun mengangkat telepon dari ayah Bianca tersebut. Ayah Bianca pun menanyakan keadaan Bianca kepada Bang Iid, namun bang Iid mengatakan bahwa saat ini ia berada di rumah dan sedang tidak bersama dengan Bianca. Mendengar hal ini Om Piet menjadi kecewa, lalu kembali mengatakan bahwa bang Iid adalah pria yang plin plan dan tidak memegang omongan sebagai seorang lelaki. Ayah Bianca ini pun kembali mengungkit-ungkit fasilitas yang telah ia berikan kepada bang Iid untuk mengantar jemput Bianca. Dengan sopan bang Iid berusaha menjelaskan bahwa bagaimanapun ia masih memiliki bunda dan rumah tempat ia kembali. Namun sayangnya ayah Bianca tidak mau menerima alasan dari bang Iid. Om Piet pun mengancam bang Iid untuk bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada Bianca. Mendengar hal ini bang Iid pun menjadi kesal dan ia merasa heran kenapa Bianca selalu membuat masalah untuk dirinya. Dengan meminta izin kepada bunda, bang Iid pun berniat untuk mencari Bianca.
Bang Iid pun mencari Bianca, namun sayangnya ia tidak tahu kemana ia harus mencari Bianca. Tiba-tiba ia teringat bahwa Rasti dan Dara sangat dekat dengan Bianca dan mereka juga pasti selalu update status kemanapun mereka berada. Benar saja Bang Iid dapat segera mengetahui keberadaan mereka setelah melihat status mereka. Bang Iid pun langsung menuju sebuah kafe yang berada di Kemang.
Setelah sampai di kafe, bang Iid pun langsung bisa menemukan Bianca, Rasti, dan Dara. Alangkah terkejutnya bang Iid saat Bianca menghina ibunya sebagai seorang wanita yang sok Islami dan berpura-pura sakit agar bang Iid tidak menginap dirumahnya. Bianca yang belum menyadari kehadiran bang Iid masih terus saja menghina bang Iid dengan mengatakan bahwa ia selalu dipaksa bang Iid untuk selalu shalat, mengaji, dan mendengarkan ceramah. Mereka itu pacaran atau pesantren kilat cetus Bianca. Resti dan Dara mencoba memberi kode pada Bianca bahwa ada bang Iid dibelakang Bianca, namun bukannya menanggapi respon mereka Bianca malah heran akan sikap teman-temannya ini. Bianca pun mengajak mereka untuk mencari cowok baru untuk dipamerkan ke teman-teman yang lain.
Dasar teman yang tidak setia, dalam keadaan ini Resti masih sempat-sempatnya berniat untuk mengerjai Bianca agar bang Iid putus dari Bianca dan ia pun mendapat kesempatan untuk menjadi pacarnya bang Iid. Rasti pun memanas-manasi Bianca kenapa dirinya tidak memamerkan bang Iid kepada teman-temannya. Bianca pun menjawab dengan ketus bahwa tidak ada yang bisa dipamerin dari seorang bang Iid, ganteng nggak, gaul juga nggak, bahkan diantara semua mantannya bang Iid lah yang paling kampungan. Lalu terbongkarlah rahasia Bianca bahwa tujuannya mendekati bang Iid selama ini adalah untuk membuat Putri keok dan ia pun mengatakan bahwa ia akan melakukan apa adanya yang bisa membuat Putri bertekuk lutut dihadapannya.
Mendengar hal ini, bang Iid pun langsung menghampiri Bianca. Bang Iid pun mengatakan bahwa ia kecewa kepada Bianca karena alasan Bianca mendekati dirinya hanya untuk balas dendam kepada adiknya, Putri. Bang Iid lega akhirnya bisa mengetahui siapa Bianca yang sebenarnya. Melihat bang Iid berada disana Bianca kaget setengah mati apalagi bang Iid telah mendengar semua pembicaraannya. Bianca pun pura-pura tidak bersalah. Ia pun meminta dukungan dari teman-temannya. Namun memang teman yang tidak setia, bukannya membela Bianca, Rasti malah memojokkan Bianca di hadapan bang Iid.
Bang Iid akhirnya menyadari bahwa selama ini dirinya hanya dimanfaatkan oleh Bianca. Bang Iid pun berniat mengakhiri hubungannya dengan Bianca dan menyuruh Bianca untuk menjalani kehidupannya sesuai yang ia mau. Bianca yang tidak ingin bang Iid marah berusaha untuk mengejar dan memberikan penjelasan kepada bang Iid. Namun bang Iid tidak mau mendengarkan penjelasan Bianca. Bang Iid langsung menelpon ayah Bianca dan mengatakan bahwa dirinya telah menemukan Bianca dan meminta ayah Bianca untuk menjemput Bianca disini. Ayah Bianca tidak mau tahu dan bang Iid harus segera mengantar Bianca kerumah. Akhirnya bang Iid menceritakan mengapa ia kecewa kepada Bianca. Ayah Bianca terus berusaha mempengaruhi bang Iid agar bang Iid bertanggung jawab terhadap hidupnya Bianca. Namun Bang Iid tetap berniat agar menjauhkan diri dari Bianca dan ia mengatakan bahwa hidup Bianca bukanlah tanggung jawabnya melainkan tanggung jawab Om Piet sendiri selaku ayah Bianca.
Bianca masih terus ingin mengikat bang Iid berteriak histeris meminta maaf sehingga bang Iid dibuat malu atas ulah Bianca ini. Untuk mencegah tindakan Bianca ini, bang Iid setuju untuk berbicara dengan Bianca di dalam mobil. Di dalam mobil Bianca masih berteriak histeris meminta maaf kepada bang Iid. Lalu Bianca memutuskan tasbih pemberian bang Iid. Melihat hal ini bang Iid kembali mencoba menasehati Bianca. Ia mengatakan bahwa sesungguhnya hati Bianca itu putih dan bersih namun sayangnya selalu Bianca kotori karena ketidakpuasannya mendapatkan hal yang lebih dan lebih.
Ayah Bianca pun datang menjemput Bianca. Bang Iid pun keluar dari mobil dan mengatakan pada Ayah Bianca jika Allah telah menunjukkan kebenaran padanya. Dan bersama Bianca adalalh suatu kesalahan. Ayah Bianca pun mencoba membujuk putrinya yang masih saja menangis histeris untuk pulang ke rumah. Rista pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia pun berniat menyebar foto-foto Bianca yang sedang histeris saat dibawa ayahnya pulang.
Bang Vincent meminta bunda dan Putri untuk menemaninya membelikan hadiah untuk Arum. Bang Vincent pun menjatuhkan pilihannya kepada sebuah tasbih sebagai tanda cintanya kepada Arum. Putri dan bunda pun setuju dengan pilihan bang Vincent. Lalu sejenak bang Vincent melamunkan Arum sampai-sampai ia salah memanggil Putri dengan sebutan Arum. Melihat abangnya sedang dimabuk cinta, Putri dan bunda pun tertawa menggoda bang Vincent.
"Bang Iid yang Galau, Akankah kembali kepada Bianca?"
Sewaktu menemani bang Vincent mencarikan kado untuk Arum, Putri tidak sengaja melihat facebook Dara yang menggunggah foto-foto Bianca saat dibawa pulang ayahnya. Putri pun sangat terkejut dan bertanya-tanya apa yang sebenarnya tengah terjadi.
Melihat putri kesayangannya terus menangis, membuat Om Piet bingung apa yang harus diperbuatnya. Apakah ia harus datang menemui Iid di rumahnya untuk memintanya kembali kepada anaknya. Namun jika dirinya melakukan hal itu sama saja dengan menurunkan harga dirinya dan Iid akan menjadi besar kepala nantinya.
Bunda, Putri, dan bang Vincent telah sampai di rumah. Tak lama kemudian bang Iid pun sampai di rumah dan langsung bersujud dihadapan sang bunda. Melihat hal ini Bunda, Putri, dan bang Vincent menjadi bingung. Lalu bang Iid menangis di pangkuan sang bunda. Bang Iid mengatakan bahwa ia telah mengurungkan niatnya berjihad untuk merubah Bianca karena dirinya baru sadar bahwa selama ini Bianca tidak pernah menghargai dirinya. Bang Vincent kembali mencoba meyakinkan bang Iid apakah ia telah benar-benar ingin meninggalkan Bianca atau ini hanya emosi sesaat bang Iid. Bang Iid meyakinkan Bang Vincent dan bunda bahwa dia ingin mengubah cintanya selama ini kepada seorang perempuan menjadi cintanya kepada Allah dan keluarga saja. Mendengar hal ini Bunda, bang Vincent, dan Putri merasa lega. Bang Vincent pun menasehati bang Iid agar ia dapat mengambil hikmah dari setiap permasalahan yang pernah ia hadapi serta tetap beristiqomah menegakkan kaidah Agama Islam.
Lalu mereka dikejutkan dengan ketukan pintu. Ternyata Ayah Bianca yang datang untuk menemui Bang Iid. Bang Vincent pun turun tangan untuk menemui Ayah Bianca terlebih dahulu. Melihat bukan bang Iid yang keluar, ayah Bianca memaksa masuk ke dalam rumah untuk bertemu langsung dengan bang Iid karena menurutnya ia tidak ada urusan dengan bang Vincent. Sebelum ayah Bianca bisa masuk ke dalam rumah, bang Vincent segera menghalanginya. Bang Vincent mengatakan bahwa mereka telah tahu semua dan meminta ayah Bianca untuk menghormati keputusan bang Iid. Namun lagi-lagi ayah Bianca tidak mau mengerti. Ia terus saja memojokkan bang Vincent dan keluarga dengan mengatakan bahwa keluarga bang Vincent adalah keluarga yang tidak memiliki hati dan senang diatas penderitaan anaknya. Ayah Bianca mengatakan bahwa ia tidak percaya semua ini jika ia tidak mendengarnya sendiri dari mulut bang Iid.
Bang Vincent pun masuk ke dalam rumah memanggil bang Iid. Bang Vincent mengatakan bahwa ayah Bianca ingin bertemu. Sebelum bang Iid mengambil keputusan, Bunda dan bang Vincent meminta bang Iid untuk memikirkan kembali keputusan yang ia ambil. Bang Iid pun pergi keluar menemui ayah Bianca dengan membaca basmallah.
Sewaktu bertemu ayah Bianca, bang Iid mengutarakan keputusan yang telah ia ambil yaitu meninggalkan Bianca. Namun sayangnya ayah Binca terus saja merayu bang Iid untuk kembali pada anaknya karena menurutnya saat ini anaknya sangat membutuhkan bang Iid.
D rumah Bianca, Rasti dan Dara mencoba menghibur Bianca yang sedang sedih. Rasti dan Dara berpendapat bahwa harusnya Bianca tidak sedih karena toh kenyataannya Bianca tidak benar-benar menyukai bang Iid dan hal ini bisa dijadikan oleh Bianca untuk menaikkan popularitasnya. Namun Bianca malah mengatakan bahwa saat ini ia hanya ingin ada bang Iid disampingnya karena ia sangat menyukai bang Iid. Bianca pun marah kepada kedua temannya ini karena saat tadi siang di cafe mereka tidak memberitahu bahwa bang Iid tepat berada di belakangnya sehingga dirinya pun keceplosan mengatakan semua hal yang membuat bang Iid sakit hati.
Bianca menemui ayahnya yang baru pulang. Betapa kecewanya Bianca saat mengetahui ayahnya tak berhasil membawa pulang bang Iid. Ia pun kembali menangis dihadapan sang ayah. Ayah Bianca pusing melihat tingkah anak semata wayangnya ini. Ia pun meminta Bianca untuk berhenti menangis dan segera melupakan bang Iid. Selain itu ayah Bianca mengatakan bahwa Bianca tidak boleh menjadi wanita murahan dengan mengemis-ngemis cinta seorang lelaki. Mendengar ayahnya mengatakan dia sebagai wanita murahan membuat Bianca semakin sedih, ia pun meninggalkan ayahnya kembali ke kamar. Ayah Bianca pun menekan Rasti dan Dara agar mereka berdua mengajarkan Bianca agar menjadi wanita yang bermartabat bukan sebagai wanita murahan yang mengharapkan cinta seorang lelaki.
Rasti dan Dara kembali mencoba menenangkan Bianca. Mereka menyarankan kepada Bianca agar kedepannya mereka mencari cara agar bang Iid segera kembali kepada Bianca dan membuat Putri semakin keok.
Putri tahu bahwa sekarang abang Iid sedang galau. Ia pun mencoba untuk menenangkan bang Iid. Kemudian putri pun menanyakan mengenai apa yang sebenarnya terjadi. Putri juga menanyakan mengenai foto-foto yang diunggah Dara di facebook. Bang Iid pun menceritakan apa yang telah terjadi dan ia pun berterima kasih kepada Putri bahwa selama ini Putri telah mengingatkan dirinya yang telah berbuat salah.
Ibunda Arum telah menerima pesan dari asistennya bahwa besok bang Vincent dan keluarga akan datang melamar anaknya, Arum. Ibunda Arum pun menelpon bunda Putri. Dengan sinyal yang terputus-putus akhirnya mereka membuat kesepakatan bahwa mereka akan bertemu esok hari ba’da Zuhur. Mereka pun sepakat untuk mendoakan yang terbaik buat anak-anak mereka. Mengetahui bahwa niat mereka untuk kembali melamar Arum diterima oleh orang tua Arum membuat bang Vincent sangat bahagia. Ia pun segera menyiapkan keperluan yang akan ia bawa untuk ke rumah Arum besok.
Di dalam perjalanan menuju salah satu stasiun radio yang terkenal, Rasti dan Dara kembali membujuk Bianca untuk mengatakan bahwa dirinyalah yang menjadi korban. Dengan begitu menurut mereka kepopuleran Bianca sebagai The Best Inspired Girl 2014 akan semakin naik dan hal ini bisa membuat Putri semakin keok.
Disaat Bunda dan adik-adiknya telah siap untuk pergi ke rumah Arum, Bang Vincent belum kelihatan. Namun alangkah terkejutnya mereka melihat abang tertua mereka berdandan sangat tampan. Melihat hal ini Bang Vincent pun menjadi bahan ledekan bang Harap dan bang Hamka. Bang Vincent hanya tersipu malu. Tidak membuang waktu lagi, mereka pun pergi ke rumah Arum untuk melamar gadis cantik tersebut.
Di rumahnya, Arum masih ragu apakah ia harus menerima lamaran bang Vincent atau menolaknya menginggat peristiwa kemarin-kemarin dimana bang Vincent telah mengurungkan niatnya karena kaki Arum yang cacat. Melihat keraguan di dalam diri anaknya, Ibunda Arum mencoba untuk menenangkan anaknya dan meyakinkan Arum bahwa laki-laki yang datang melamarnya ini adalah seorang lelaki yang sholeh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar