Senin, 03 November 2014

JILBAB IN LOVE Episode. 8


"SAMBUTAN BUAT BIANCA"

Bunda kemudian menyuruh Bang Harap untuk menelpon Bang Iid, tapi Bang Iid kembali mengatakan bahwa saat ini dia tidak bisa kemana-mana karena ada tanggung jawab yang harus dia kerjakan. Papa Bianca yang kesal dengan ulah Bang Iid akhirnya menelpon Bunda. Papa Bianca meminta tolong agar Bang Iid diperbolehkan untuk tinggal di rumah Bianca sampai Bianca benar-benar sembuh, tapi Bunda dengan keras menolak hal tersebut karena hal itu sama sekali tidak diperbolehkan dalam agama. Karena kesal dengan perkataan  Bunda, Papa Bianca mematikan telpon tersebut secara sepihak.
Putri menceritakan masalah ini kepada teman-temannya, tetapi teman-temannya menyuruh agar Putri mampu bersikap, bersikap keras terhadap Bianca, dan termasuk juga pada Elisa yang dipersilahkan begitu saja masuk ke dalam kelompok mereka.  Putri dengan sabar menjawab bahwa ia tidak mau memutuskan pertemanan dengan Elisa, tapi perkataan ini malah membuat ketiga temannya marah dan mematikan telpon mereka.
Keesokan paginya Putri pergi ke rumah Bianca tetapi ternyata Bianca sudah duluan pergi ke sekolah, Putri pun pergi ke sekolah. Sesampainya di sekolah Putri bertemu dengan Icha, Ana dan Linda, tapi mereka malah cuekin Putri, mereka ingin agar Elisa hengkang dari grup rebana mereka, selain itu mereka tetap ingin agar Putri bersikap tegas dan keras terhadap Bianca.
Saat mereka sedang berdiskusi tiba-tiba datanglah sebuah mobil mewah, dan keluarlah Papa Bianca, Bianca, plus abang Iid dari dalam mobil itu!! Melihat Bianca yang ke sekolah, teman-teman satu sekolah langsung menyambut kedatangan Bianca.

"FITNAH BIANCA DERITA PUTRI"

Yang membuat sakit hati itu adalah saat Putri mendengar apa yang dikatakan oleh murid-murid yang lain yang menjelek-jelekkan Bang Iid karena telah menyakiti hati Bianca yang ternyata masih berani juga datang ke sekolah mereka. Tentu saja komentar yang didengar oleh Ana, Icha dan Linda membuat panas telinga mereka. Mereka sekali lagi meminta Putri turun melawan fitnah dan penindasan ini, tapi Putri hanya bisa terdiam dan bersabar.
Di dalam kelas Bianca mengadakan konferensi pers, dalam konferensi pers tersebut Bianca mengatakan bahwa Bang Iid itu sebenarnya orang yang sangat baik, hanya saja Putri dan Bundanya lah yang jahat karena memisahkan mereka. Bianca juga mengomentari Putri yang sok alim yang mengatakan yang baik, dan mengajak seseorang pake jilbab tapi ternyata hatinya jahat, masih mending Bianca, walaupun tidak berjilbab tapi yang penting berjilbab hatinya. Hal ini membuat Bianca mendapatkan pengikut-pengikut baru yang bahkan menjadi pembenci murid berjilbab, apalagi Putri. Ana, Icha dan Linda sangat marah saat mendengarkan hal ini dari luar kelas tapi mereka tidak dapat berbuat apa-apa karena Putri sendiri pun tidak melakukan perlawanan.
Sementara itu Elissa mengajari anak-anak menabuh rebana dan gerakan-gerakannya. Setelah itu Elissa memang agak sedikit menyuruh teman-temannya membeli sarung rebana dan lain-lainnya. Tentu saja mulut Elissa yang sok memberikan perintah ini membuat marah Ana, Icha dan Linda. Mereka berkata bahwa mereka sama sekali tidak pernah menunjuk Elissa sebagai ketua di kelompok mereka. Bahkan Ana benar benar berkata langsung bahwa dirinya tidak suka ada Elissa di kelompok rebana mereka.
Namun lagi-lagi Putri melerai keributan itu, Putri meminta agar ketiga temannya tidak memusuhi Elissa, tapi apa yang dikatakan oleh Putri ini benar-benar membuat ketiga temannya marah sampai ketitik puncaknya, mereka pun diam saja, apalagi setelah Elissa mengatakan mengajak taruhan 5 juta bahwa dia benar-benar serius mengikuti kelompok rebana mereka, padahal taruhan itu dilarang di dalam agama Islam. Keributan ini ditonton oleh Bianca dan gangnya dan mereka benar-benar senang melihat perpecahan pada kelompok Putri.
Saat pulang sekolah, Putri melihat Bang Iid menjemput Bianca, betapa sakit hatinya Putri saat melihat Bang Iid menjemput Bianca, padahal selama ini Putri lah yang selalu dijemput oleh Bang Iid. Bang Iid dan Bianca bahkan meninggalkan Putri sendirian.
Putri melihat Icha, Ana dan Linda, tapi ketiga temannya ini meninggalkan Putri, Putri mengejar mereka, tapi mereka meninggalkan Putri. Menerut mereka, mereka harus sekali-sekali memberikan pelajaran kepada Putri, kasian Putri :((

"Permintaan Maaf Ibu Arum"

Bang Vincent maupun Bu Arum sama-sama merasa bersalah terhadap sikap mereka. Mereka sama-sama ingin memperbaiki hubungan mereka. Karena masing-masing tidak mempunyai no telpon, akhirnya Ibu Arumlah yang berinisiatif meminta maaf kepada Bang Vincent walaupun hanya melalui secarik kertas, namun permintaan maaf ini benar-benar melegakan Bang Vincent, semoga Bang Vincent dan Ibu Arum bisa menikah ya…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar